NABIRE - Demam batu akik yang melanda di seluruh pejuru tanah air, tak terkecuali Nabire membawa dampak yang siginifikan terhadap perbuatan-perbuatan negative, utamanya meminimalisir terhadap gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Demam batu akik ditangkap dengan baik oleh Kapolres Nabire, AKBP. HR. Situmeang, S.IK.,SH, dengan menyelenggarakan kontes dan pameran batu akik khusus lokal Nabire. Kepada media, baik cetak maupun elektronik, di sela-sela meninjau sejumlah stand, Kapolres Situmeang mengatakan, dengan adanya demam batu akik,  sanggup meminimalir gangguan Kamtibmas. Pasalnya banyak anak-anak muda Nabire yang beralih dan fokus untuk mencari batu alam untuk dijadikan mata pencaharian. Apalagi setelah diumumkannya akan diselenggarakan kontes dan pameran batu akik khusus lokal Nabire.Menurut Kapolres, diselenggarakannya kontes dan pameran untuk memberikan gairah kepada masyarakat Nabire untuk menggali potensi-potensi yang ada di Nabire. “Ini berkaitan dengan tujuan kami dari Polres Nabire, dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban kita perlu memberikan solusi kira-kira apa yang harus dilakukan masyarakat. Dan salah satunya kegiatan ini. Masyarakat dan anak-anak muda yang menganggur bisa mencari potensi disekitarnya, bekerja dan menggalinya. Kemudian mereka bisa mencari penghasilan dari kegitan itu,” tuturnya.“Saya juga mendengar dari penggemar batu akik Nabire, bahwa banyak ragam  batu-batu yang ada di Nabire. Kami merasakan bagaimana demam batu akik ini sangat berpengaruh pada situasi Kamtibmas. Kegiatan-kegiatan kumpul-kumpul, minum-minum dan hal negatif lainnya sudah cukup berkurang. Mereka sudah mengalihkan pada hal-hal positif seperti membicarakan kekayaan alam Nabire dengan batu-batunya yang bisa diolah menjadi khasanah kekayaan yang mampu dijual dan menghasilkan uang. Mereka fokus untuk mencari dan menggosok batu,” paparnya.Ini merupakan salah satu solusi, imbuh Kapolres, kepada masyarakat untuk melakukan hal positif, sehingga kami pihak kepolisian merasa terbantu dengan berkurangnya gangguan Kamtibmas di Nabire. Kita tahu di Nabire banyak anak-anak muda kumpul-kumpul untuk mengkonsumsi Miras, Curanmor, mencuri dan lain sebagainya.Disinggung begitu mewabahnya demam batu akik sampai-sampai semua wilayah Nabire tidak lepas dari pencarian dan penggalian batu akik dan dikuatirkan  akan menimbulkan eksploitasi besar-besaran, Kapolres Situmeang mengatakan, untuk hal itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah agar eksploitasi yang dilakukan tidak sampai menggangu kerusakan lingkungan sekaligus bagaimana eksploitasi itu bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Nabire. “Eksploitasi bisa saja asal bermanfaat bagi masyarakat lokal,” ujarnya.Menurut Kapolres, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah bagaimana membuat work shop kepada masyarakat, pemberdayaan pemuda. Karena setelah ini banyak kegiatan batu akik dan pemerintah daerah diharapkan untuk menindaklanjutinya untuk menertibkan.“Kami menginginkan potensi batu yang ada di Nabire benar-benar bermanfaat bagi masyarakat lokal bukan dari luar,” katanya. Selain hadiah khusus untuk pemenang kontes, panitia juga menyiapkan hadiah bagi pengunjung yang mempunyai penampilan khusus selama lomba berjalan. (iing elsa)