Dari 17.000 Pelanggan Listrik Analog, Hanya 3.000 Pelanggan Aktif Bayar Rekening
NABIRE - Dari 17.000 pelanggan listrik analog di Kabupaten Nabire, hanya 3.000 pelanggan yang aktif membayar rekening. Sementara 14.000 pelanggan tidak aktif membayar rekening. Sehingga tunggakan rekening listrik selalu saja meningkat mencapai ratusan juta rupiah per bulann
Bagikan
NABIRE - Dari 17.000 pelanggan listrik analog di Kabupaten Nabire, hanya 3.000 pelanggan yang aktif membayar rekening. Sementara 14.000 pelanggan tidak aktif membayar rekening. Sehingga tunggakan rekening listrik selalu saja meningkat mencapai ratusan juta rupiah per bulannya.
Tunggakan listrik di Kabupaten Nabire terus meningkat dan julukan tunggakan listrik nomor satu se–Indonesia tetap Nabire masih peringkat pertama. Untuk itu pelanggan penunggak diharapkan untuk tahu kewajiban dengan membayar rekening setiap bulan. Karena pemutusan tunggakan oleh petugas PLN bukan solusi menyelesaikan masalah.“Jika petugas melakukan pemutusan jaringan listrik, barulah pelanggan mau datang membayar tunggakan. Sesungguhnya itu bukan solusi yang terbaik,” kata Manager PT. PLN Rayon Nabire, Manihar Hutajulu kepada Papuapos Nabire, Jumat (18/7) di ruangan kerjanya.“Berdasarkan pengalaman yang selama ini terjadi, biasanya petugas melakukan pemutusan masyarakat pelanggan selalu saja mengamuk dan menyalahkan petugas. Sebagai pelanggan harus tahu dan ingat akan kewajiban. Karena PT. PLN sudah menjalankan kewajiban dan menyalakan lampu listrik walaupun sering terjadi pemadaman akibat gangguan kecil-kecil baik itu mesin maupun gangguan alam,“ tuturnya.Selaku manager bersama staf PLN Rayon Nabire meminta dan mengharapkan kepada semua pelanggan listrik meteran analog agar selalu ingat kewajiban membayar rekening. Karena hingga pertengahan bulan Juli ini tunggakan kita sudah naik menjadi 8,2 milyar rupiah, terhitung dari tanggal 1 sampai 18 Juli 2014. (des)
Bagikan artikel ini



