NABIRE - Telah kita ketahui bahwa pada tahun pelajaran 2015/2016, SD Negeri 3 Nabire telah mendapatkan predikat A dengan nilai 87 dari Badan Akreditasi Nasional – Sekolah/Madrasah(BAN-S/M) Nasional melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua.Namun kenyataan di lapangan atau di sekolah hingga awal tahun pelajaran 2018/2019 ini, jumlah murid sudah mencapai 500 orang murid lebih yang tentunya tidak sebanding dengan jumlah ruangan atau Rombongan Belajar (Rombel) bagi murid.Sehingga bagi murid kelas III SDN 3 yang semestinya harus terbagi dalam 3 Rombel dapat dipadatkan dalam dua Rombel, dimana dari dua Rombel kelas III ini menampung 45 hingga 48 murid perkelas, karena jumlah ruangan Rombel di SDN 3 Nabire hingga kini berjumlah 12 rombel.Demikian di katakan Kepala Sekolah SDN 3 Nabire Silpanus Taran, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Selasa (24/7), di ruang kerjanya seraya menambahkan, sesungguhnya SDN 3 punya sisa lahan atau tanah yang telah ditimbun, namun belum ada bangunan.Dari sisa lahan atau tanah yang ada di belakang 12 Rombel yang ada saat ini bisa dibangun 4 hingga 5 Rombel baru, sehingga diharapkan kepada Kepala Dinas bersama Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar dapat memperhatikan dan memberi bantuan pembangunan Rombel bagi SDN 3 Nabire.Selain murid kelas III yang dipadatkan dari 3 Rombel menjadi dua Rombel, juga dengan kekurangan kelas ini, para murid kelas II diberikan waktu sekolah siang atau setelah pulangnya murid kelas I, hal ini dapat dibijaki pihak sekolah akibat terbatasnya ruangan kelas.Untuk itu, kedepan diharapkan adanya kebijakan langsung dari Bupati Kabupaten Nabire melalui kepala dinas dan Kabid SD, sehingga semua murid bisa masuk belajar di pagi hari dan juga jumlah murid dapat dibagi berdasarkan ketentuan Dapodik murid perkelas. (des)