Capacity Building Bagi Kader BKB dan PLKB Disosialisasikan
NABIRE- Capacity Building bagi pengelola,kader Berencana Keluarga Balita (BKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tingkat Kabupaten Nabire digelar sosialisasi di Aula Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Kabupaten Nabire, Selasa
Bagikan
NABIRE- Capacity Building bagi pengelola,kader Berencana Keluarga Balita (BKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tingkat Kabupaten Nabire digelar sosialisasi di Aula Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Kabupaten Nabire, Selasa (19/4) kemarin.
Adapun peserta sebanyak 80 orang peserta yang terdiri dari 40 peserta Capacity Building, 22 orang peserta kader BKB dan 18 orang peserta PLKB. Kepala Bidan KP dan KS, Aris Susiyanti Rouw ditemui kemarin mengatakan, tujuan dari kegiatan capacity building ini, yaitu meningkatkan kapasitas mereka dan peran mereka sebagai petugas lapangan dan kader yang membantu petugas lapangan dalam melaksanakan program keluarga berencana dan sejahtera. Dikatakan, harapan kita mereka bisa melakukan sesuai dengan apa yang menjadi peran dan tanggung jawab mereka. Jadi sekarang kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan peran mereka dengan harapan kinerja mereka lebih baik dengan adanya kegiatan ini dan selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Para peserta ini adalah petugas lapangan ada kader PKP, bina keluarga Balita, ada kader PKR bina keluarga Remaja dan ada kader PKL Bina keluarga Lansia dan ada kader UPPKS, usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera mereka semua kader yang terdapat didalam masyarakat yaitu termasuk intitusi masyarakat.Sedangkan kita juga mempunyai petugas lapangan yaitu PKB penyuluh keluarga berencana jadi Bapak-bapak yang hadir mereka salah satu penyuluh keluarga berencana total dari penyuluh semua di Kabupaten Nabire hanya 18 orang peserta lapangan.Ditambahkan, untuk mengembangkan potensi anak secara optimal diperlukan asupan gizi dan kesehatan, pengasuhan serta pendidikan yang dilaksanakan secara terintergrasi dengan sektor terkait yang menangani anak usia dini. “BKB dan Holistik Integratif adalah progam BKB yang berintegraksi atau terpadu dengan program pengembangan anak usia dini lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar anak secara menyeluruh,” tandasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



