NABIRE -  Calon Legislatif (Caleg) mulai terlihat muncul dan dekat dengan masyarakat guna memberikan gula-gula manis yang omong kosong, untuk itu mungkin sedikit perlu diberitahukan kepada masyarakat, dimana dia sosialisasi ketika dia terpilih menjadi DPR, hanya nama saja wakil rakyat jauh dengan masyarakat apalagi melaksankan pembangunan kampung dan distrik.Informasi dihimpun media ini, seperti pula disampaikan salah satu warga yang enggan disebut namanya belum lama ini di Pantai Nabire mengatakan Caleg-caleg yang sedang maju DPRD di Kabupaten Nabire hanya beramai-ramai dan mengejar kekayaan saja, bukan peduli dengan masyarakat kampung dan alam kita  hitung tidak seberapa orang disitulah kita ketertinggalan berbagai bidang.Dikatakan, begitu ketika dia terpilih jadi anggota DPRD pada saat di sidang istimewa atau paripurna yang biasa dilaksanakan setiap tahun di  lembaga dewan, dia diam. “Legislatif DPR di wilayah mana yang dia berani menyuarakan aspirasi rakyat di muka umum atau di meja putih pada saat sidang hingga berhasil, aspirasi rakyat baik itu di tingkat kampung dan distrik, kenyataannya tidak hingga lima bidang semua ketertinggalan,” sinisnya. Ditambahkan, DPR berarti benar-benar wakil rakyat, tapi sayangnya kita tidak menghargai masyarakat mulai dari akal rumput dan semua aspirasi yang disampaikan itu tidak mengakomodir, melindungi dan menjaga, namun  masyarakat jadi korban dan alam jadi rusak terus-menerus dari periode ke periode. “Itu saya dipilih jadi DPR karena dengan adanya masyarakat yang dipilih hal itu 100% belum memahami baik,” katanya.   Menurut dia, Caleg-caleg merasa bahwa besok kami beli suara dengan uang, lalu pembangunan kami tidak laksanakan. Perasaan dipikirkan didalam hati itu kami rakyat sudah tahu dan merasakan bahwa saya sudah beli suara mengapa saya kerja. “Hal itu pasti ada di hati mereka, tapi saudara-saudari yang terpilih ingat bapak/ibu sebagai wakil rakyat berhak untuk menyuarakan dan bertindak demi kepentingan umum atau masyarakat,” pungkasnya.(modes)