Cabup - Cawabup Harus Saling Dukung, Bukan Saling Menjatuhkan
NABIRE - Kembali tokoh politik Kabupaten Nabire Yulian Jap Marey meminta kepada semua Calon Bupati (Cabup) dan Cawabup yang berasal dari daerah pantai yang berasal dari calon independen hingga yang diusung oleh Partai Politik (Parpol) untuk saling mendukung, bukan saling me
Bagikan
NABIRE - Kembali tokoh politik Kabupaten Nabire Yulian Jap Marey meminta kepada semua Calon Bupati (Cabup) dan Cawabup yang berasal dari daerah pantai yang berasal dari calon independen hingga yang diusung oleh Partai Politik (Parpol) untuk saling mendukung, bukan saling menjatuhkan dengan menebar isu-isu atau cerita yang saling memojokan atau menjatuhkan.
Akan tetapi para Cabup – Cawabup harus saling mengakui dan merangkul satu sama lain serta yang lebih penting harus mengakui kelebihan orang lain atau calon lain, sehingga dapat menghasilkan calon pemimpin yang cerdas dan siap membawa Nabire kearah yang lebih baik dengan menciptakan Nabire yang aman dan damai bagi semua masyarakat Kabupaten Nabire tersebar di 15 distrik.Sebab, menurut Jap Marey, kedepan Nabire dalam rangka pelaksanaan Pemilukada, kita hanya butuh calon pemimpin cerdas, berani tegakkan hukum positif bagi semua kasus pelanggaran hukum yang terjadi di daerah ini. Apabila ada yang mau selalu gunakan hukum adat sebaiknya hukum adat itu ditinggalkan di kampung kita masing-masing.“Berdasarkan pengamatan saya selama ini, hukum positif selalu lemah bahkan dapat ditiadakan, sementara di daerah ini telah hadir dan ada sejumlah institusi penegakan hukum yang nampak terlihat kurang berperan aktif, akibat lebih dominannya hukum adat yang sesungguhnya berdasarkan kebenaran Firman Allah sangat bertentangan di mata Tuhan,” kata Jap Marey kepada Papuapos Nabire 2 hari lalu di kediamannya Kampung Nusantara Kimi Distrik Teluk Kimi. Ditambahkannya, berdasarkan pengalaman Pilkada ke Pilkada telah mengajarkan kita untuk saling bersatu dan menghargai satu sama lain. Karena kita diingatkan oleh kata-kata bijak ‘masa lalu kita sudah mati hari kemarin, tetapi hari ini apa yang engkau buat untuk besok’. Artinya anak-anak pesisir yang siap maju dan mencalonakan diri harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan dengan masa lalu diangkat-angkat di tengah masyarakat lewat opini yang tidak bagus.“Sebagai orang pesisir harus ingat tua-tua kita di zaman dahulu yang hendak dayung kunang di malam hari untuk menikam Duyung atau Penyu (Teteruga). Belum tentu di 1 kampung itu semua orang bisa menikam Penyu dengan menggunakan terangnya Kunang di laut pada malam hari, akan tetapi tiap kampung pasti ada 1 atau 2 orang yang pintar tikam, sehingga yang lain tugasnya mendayung perahu,” imbuh Jap.Selain itu selaku orang tua juga ingin mengingatkan semua calon dengan kata-kata bijak 366 hari kalender tahun 2015 tertanggal 1 Juli yang mengatakan ‘Saya tidur dan bermimpi bahwa hidup penuh dengan kebahagian, saya terbangun dan sadar bahwa hidup penuh dengan pelayanan, saya bersikap dan yakin pelayanan adalah kebahagian,” tandasnya.Imbuh Jap Marey, sebuah pohon yang berdiri tidak dapat menciptakan hutan / satu tali senar tidak dapat menciptakan petikan musik yang bagus, yang artinya kemanapun hidup ini dan pembangunan harus dibutuhkan adanya kerja sama dengan orang lain yang jauh lebih penting untuk menghasilkan apa yang dicita-citakan bersama. (des)
Bagikan artikel ini



