NABIRE - Saat ini Umat Islam se-antero dunia akan melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1437 Hijriah selama sebulan penuh lamanya yang akan dimulai pada awal bulan Juni atau tepatnya Senin, 6 Juni 2016 (hari ini) hingga Awal bulan Juli 2016 mendatang. Juga, masyarakat beragama Islam yang berdomisili di Kabupaten Nabire, tentunya akan melaksanakan Puasa Ramadhan sesuai dengan ketentuan agama yang tertuang pada Rukun Islam. Di bulan suci Ramadhan, selain puasa yang wajib dilaksanakan, juga dianjurkan untuk dapat memperbanyak ibadah-ibadah lainnya seperti Sholat, Dzikir, Membaca Kitab Suci Al-Qur’an, Bersedekah serta amalan-amalan lainnya. Hal tersebut dikemukakan oleh Pemuda Muslim Nabire, Aswadi Hamid kepada media ini Minggu (05/6) di sela-sela kegiatannya dalam acara Rekreasi Bersama Keluarga Besar To’ SIBA Nabire.Lebih lanjut dikemukakan oleh Bung Aswadi, sapaan akrabnya, bahwa amalan-amalan tersebut tentunya memerlukan faktor pendukung berupa penerangan listrik agar amalan tersebut dapat terlaksana dengan penuh khusyu, tenang dan nyaman mengingat bahwa kebanyakan amalan tersebut dilaksanakan pada malam hari seperti jelang berbuka puasa, Sholat Tarawih dan Tadarrus Al Qur’an.“Terlebih pada amalan yang juga merupakan sunnah dalam Bulan Ramadhan yakni makan sahur dinihari yang sangat memerlukan penerangan, utamanya bagi ibu-ibu rumah tangga untuk mempersiapkan makan sahur tersebut,” lanjut Aswadi Hamid. Intinya, menurutnya, diharapkan kepada pihak terkait yakni Pihak PLN Ranting Nabire untuk dapat meminimalisir bahkan mengantisipasi agar trada (tidak adanya, red) pemadaman listrik pada Bulan Ramadhan ini yang merupakan bulan istimewa, bulan suci bagi umat muslim, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Nabire.Lebih jelas kata Aswadi, apabila pemadaman listrik terjadi di bulan ramadhan, tentunya akan mengganggu masyarakat muslim untuk beribadah. Pasalnya apabila listrik padam di malam hari, tentunya lilin yang akan menjadi alat penerangan rumah. Sementara masyarakat Muslim Nabire akan meninggalkan rumah menuju masjid untuk melaksanakan Sholat Tarawih, sehingga rawan terjadi kebakaran dan pencurian. Demikian halnya masjid-masjid sebagai tempat pelaksanaan ibadah sholat tarwih akan terganggu karena kebanyakan kelengkapan peralatan di masjid maupun mushola bergantung pada listrik.  Selain itu, air juga merupakan sumber kehidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari utamanya di Bulan Suci Ramadhan ini. Untuk itu, diharapkan kepada pihak terkait, dalam hal ini PDAM Nabire dapat menjamin ketersediaan air bersih utamanya masyarakat yang berdomisili di seputaran Masjid Agung Al-Falah, Kelurahan Karang Mulia. Mengingat bahwa sumber air utama di lingkungan tersebut berasal dari PDAM dan selebihnya dari air hujan. “Jika hujan tak turun, air PDAM tak mengalir, air sumur keruh kemerah-merahan, apalah jadinya,” akhir Aswadi Hamid. (wan)