Blokir Dana Pilkada Dicabut, Dukungan Ganda Dicek ke Pusat
*Polres Nabire Gelar Coffee Morning NABIRE – Mensikapi berbagai persoalan terkait dengan tahapan Pilkada Kabupaten Dogiyai, Polres Nabire menggelar coffee morning, Senin (10/10). Setidaknya ada dua point penting yang dibahas dalam pertemuan itu. Terkait persoalan informas
Bagikan
*Polres Nabire Gelar Coffee Morning
NABIRE – Mensikapi berbagai persoalan terkait dengan tahapan Pilkada Kabupaten Dogiyai, Polres Nabire menggelar coffee morning, Senin (10/10). Setidaknya ada dua point penting yang dibahas dalam pertemuan itu. Terkait persoalan informasi diblokirnya dana Pilkada oleh Plt. Bupati Dogiyai hingga persoalan terkait dukungan ganda Parpol yang mengusung pasangan bakal calon, yakni PKPI.
Terkait pemblokiran dana Pilkada yang ada di rekening KPU Dogiyai, Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa, menegaskan agar segera dicabut (dibuka kembali). Selain mengingatkan kepada Plt. Bupati Dogiyai terkait dengan surat pemblokiran yang dilayangkan ke pihak Bank Papua Moanemani untuk dicabut kembali, Kapolres Nabire juga menyatakan akan menyurati Bank Papua Moanemani untuk membuka kembali rekening yang sepat diblokir.
Terkait soal dukungan Parpol dalam hal ini PKPI yang menjadi perselisihan dua pasangan bakal calon, dipicu adanya dualisme kepengurusan di tingkat pusat. Hal ini berimbas terjadinya saling klaim dukungan antara dua pasangan bakal calon yang akan maju di Pilkada Dogiyai. Solusi yang ditawarkan untuk persoalan ini, kepada pihak-pihak terkait mengirimkan perwakilannya untuk bersama-sama mengecek ke pemerintah pusat dalam hal ini ke Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta. Hal ini dianggap penting untuk mencari informasi kepengurusan mana yang telah terdaftar pada lembaran negara di Kementerian Hukum dan HAM RI ini.
Pantauan media ini di lapangan, dalam rangka mengantisipasi bentuk kerawanan dan gangguan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang diperkirakan akan timbul jelang tahapan penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai pada tanggal 24 Oktober 2016 mendatang, jajaran Polres Nabire, Senin (10/10) kemarin menggelar Coffee Morning.
Coffee morning dalam rangka pengamanan Pilkada Dogiyai tahun 2017, bertempat di Ruang Birokrasi Polri (RBP) Polres Nabire, dihadiri Direktur Intelkam Polda Papua, Kombes Pol Drs. Wagiyo Raharjo, Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thabaa, Plt. Bupati Dogiyai Herman Auwe, S.Sos, Dandim 1705/Paniai Letkol Inf Jerry H. T. Simatupang, Kajari Nabire, I Gede Made Pasek Wardhayana, SH.MH, Waket II DPRD Dogiyai Markus Mote, Komisioner KPU Dogiyai Andreas Tibakoto, Ketua Panwaslukada Dogiyai, Hengki Wakei, SE, para perwira Polres Nabire dan para kandidat Balon Bupati dan Wakil Bupati, tim sukses dan tamu undangan lainnya ini, terkemuka terkait pembekuan sementara dana hibah Pilkada Dogiyai.
Selain itu, terkemuka pula terkait adanya dukungan ganda dari partai pengusung, seperti PKPI terhadap Balon Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, termasuk beberapa dukungan Parpol lainnya.
Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thabaa pada kesempatan tersebut mengatakan, coffee morning ini menindaklanjuti Coffee Morning di Polda Papua pada 6 Oktober 2016 lalu dan bertujuan untuk bersama-sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, penyelenggara dan para Balon Bupati dan Wakil Bupati serta semua komponen masyarakat Kabupaten Dogiyai untuk menyamakan presepsi demi mensukseskan Pemilukada Dogiyai tahun 2017.
Tak lupa Kapolres meminta kepada penyelenggara Pemilu khususnya KPU Dogiyai agar setiap pelaksanaan tahapan Pemilukada harus terbuka. Sehingga tidak menimbulkan presepsi yang salah antara penyelenggara dengan Balon/Paslon maupun pendukung dan masyarakat Kabupaten Dogiyai.
Terkait masalah pembekuan dana Pilkada Dogiyai yang sudah direalisasikan ke Rekening KPU Dogiyai berdasarkan NPHD oleh Plt. Bupati Dogiyai adalah pelanggaran hukum, sebagai Kapolres Nabire mengharapkan kerjasama, saling menghargai dan menghormati sesuai dengan porsi masing-masing agar terciptanya situasi yang kondusif selama pelaksanaan tahapan Pilkada Dogiyai.
Apabila ada pihak-pihak yang akan membuat keributan selama pelaksanaan Pilkada Dogiyai, Kapolres Nabire tekan akan menindak dengan tegas namun terukur terhadap oknum-oknum tersebut. Mari kita selesaikan permasalahan yang ada dengan cara musyawarah jangan membangun opini publik di masyarakat terkait dengan pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, harap Kapolres.
Sementara itu, dari pihak KPU Dogiyai yakni komisioner KPU Andreas Tibakoto, menjelaskan terkait partai pendukung yaitu PKPI saat ini di tingkat pusat secara nasional ada dualisme kepengurusan dan KPU Dogiyai sudah melakukan verifikasi ke Parpol khususnya partai PKPI Pusat di Jakarta dan berdasarkan petunjuk dari KPU RI dan KPU Provinsi Papua bahwa dukungan yang sah dari PKPI adalah kepemimpinan dari Isran Noor.
Apabila ada Balon yang tidak puas dengan hasil verifikasi, KPU Dogiyai siap bila ada gugatan dan terkait pemblokiran dana KPU Dogiyai oleh Plt Bupati Dogiyai kami mohon segera dibuka dan dicairkan agar tahapan dapat berjalan sesuai dengan jadwal, tegas dan harapnya.
Ketua Panwas Dogiyai Hengki Wakei, menilai kinerja penyelenggara saat ini tidak ada keterbukaan dalam melakukan verifikasi dukungan Parpol dan tidak adanya salinan putusan dari KPU Dogiyai ke kandidat Balon maupun ke Panwas sehingga hal ini dapat menciptakan konflik.
Plt. Bupati Dogiyai Herman Auwe, di kesempatan yang sama, mengatakan dirinya sebagai Plt. Bupati Dogiyai tidak mau ada korban jiwa karena Pilkada Dogiyai. Dirinya minta agar penyelenggara harus netral dan apabila ada yang tidak puas dengan proses yang ada pihaknya minta agar menempuh jalur hukum jangan melibatkan masyarakat Dogiyai yang tidak tahu masalah jadi korban.
Di kesempatan yang sama pula, Direktur Intelkam Polda Papua Wagiyo Raharjo dalama arahannya mengatakan, kita harapkan pertemuan ini membawa dampak yang positif dan yakin apa yang kita kerjakan dengan baik pasti Tuhan bersama kita.
Kata mantan Kapolres Nabire ini, daerah yang menjadi perhatian khusus oleh Polda Papua dalam Pilkada Serentak tahap II di Provinsi Papua, yakni Kabupaten Sarmi dan Dogiyai. Sehingga, atas nama Kapolda berharap pelaksanaan Pilkada Dogiyai dapat berjalan baik dan aman.
Tak lupa pada kesempatan tersebut, Wagiyo mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Nabire yang sangat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan telah banyak melakukan kegiatan-kegiata positif selama tahapan Pilkada Dogiyai dengan cara melakukan pertemuan-pertemuan untuk mengantisipasi terjadinya konfik yang dapat mengganggu jalannya Pilkada di Kabupate Dogiyai. (wan/ros)
Bagikan artikel ini



