NABIRE – Penyaki Tidak Menular disingkat PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. Penyakit tidak menular pada manusia mempunyai durasi panjang dan perkembangan umumnya lambat. 4 jenis penyakit tidak menular menurut WHO adalah penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung dan stroke), kanker, penyakit pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) dan diabetes. PTM atau penyakit tidak menular biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Dinas Kesehatan melalui Bidang P2P melakukan kegiatan penyuluhan tentang PTM dilingkungan sekolah-sekolah, hal ini dijelaskan oleh Yenice Derek, ST.M.Kes, selaku pemateri dalam kegiatan penyuluhan tersebut, mengatakan telah terjadi pergeseran pola hidup dan pola makan bagi generasi muda sekarang ini, yang mana generasi dulu menyukai makanan yang lebih sehat, lebih alami, namun sekarang berbeda, generasi sekarang lebih menyukai makanan yang praktis, siap saji. Gaya hidup modern memberikan kontribusi terhadap kandungan toksin dalam sistem tubuh kita. Toksin-toksin ini sangat berbahaya dan bersifat akumulatif, serta dapat menyebabkan kerusakan sistem detoksifikasi tubuh dan gangguan pada prosesor metabolis tubuh, yang sebenarnya berdampak buruk bagi kesehatan. Dikatakan Yenice Derek, hidup sehat? Siapa yang tidak mau, semua orang di dunia ini menginginkan hidup sehat, tidak mengalami penyakit. Bila berbicara tentang tentang bagaimana mencapai hidup sehat itu merupakan suatu pilihan hidup. Mengapa? karena memang hidup sehat itu diawali sebagai suatu pilihan bagi tiap individu yang menjalaninya. Jika kita menginginkan sehat, maka ada seperangkat aturan yang perlu ditaati oleh masing- masing individu dalam menggapai kehidupan yang diarahkan kepada hidup sehat. “Hidup sehat itu suatu pilihan sehat. Kembalilah untuk memakan makanan yang sehat seperti sayur dan buah, dan perbanyak minum air putih tidak minuman bersoda atau minuman sejenisnya dan tentunya dengan cara pengolahan makanan yang benar,” ungkapnya.Selain materi tentang hidup sehat, para siswa juga dibekali dengan materi bahaya rokok, yang disampaikan oleh Nur Alam Abdulah, S.Si,Apt. Bahaya dampak rokok bagi kesehatan memang sudah dicantumkan dalam bungkus rokok yang dijual dipasaran. Disana disebutkan bahaya rokok untuk kesehatan "bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin".  Akan tetapi, walaupun bahaya rokok serta zat rokok yang terkandung didalamnya sudah disebutkan bungkus, masih banyak masyarakat Indonesia khususnya para pelajar yang merokok aktif. Para siswa juga diberi penjelasan tentang zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok. Maksud dari penyuluhan kepada para pelajar adalah supaya sejak dari muda para siswa-siswi ini dapat memahami arti penting hidup sehat. Pilihan menentukan masa depan, menghidupkan kebiasaan hidup sehat atau tidak, adalah sebuah pilihan. Dan untuk mengambil pilihan yang tepat, informasi yang baik merupakan suatu hal yang mutlak. Makin mengetahui keadaan dan kondisi kesehatan, semakin ingin untuk mengadakan perubahan dalam kehidupan. Hal ini dikatakan oleh Yenice Derek,ST.M.Kes. (ing elsa)