Berita Edit Edisi 21 Agustus 2014
BERITA HAEL : Bupati Intan Jaya Buka Rakontek Perangkat Daerah SUGAPA – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, Rabu (20/8), membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Perangkat Daerah Kabupaten Intan Jaya Tahun 2014. Kegiatan yang diikuti oleh para Kepala SKPD di
Bagikan
BERITA HAEL :
Bupati Intan Jaya Buka Rakontek Perangkat Daerah
SUGAPA – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, Rabu (20/8), membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Perangkat Daerah Kabupaten Intan Jaya Tahun 2014. Kegiatan yang diikuti oleh para Kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Intan Jaya, dipusatkan di gedung serba guna Dinas PU Intan Jaya.
Bupati Natalis Tabuni dalam pemaparannya mengatakan, tugas dan tanggung jawab seorang bupati sangat berat dan kompleks. Oleh karena itulah diperlukan adanya perangkat daerah yang bertujuan membantu kepala daerah dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan.
Dikatakan Bupati Natalis, kondisi nyata yang kita hadapi saat ini adalah masih rendahnya Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Intan Jaya, yaitu nomor 2 terendah di Provinsi Papua. Itu artinya, kehidupan masyarakat kita masih sangat sulit dan sangat jauh dari ukuran sejahtera. Ada 3 indikator kunci yang digunakan oleh UNDP untuk mengukur tingkat IPM suatu wilayah. Yakni, pendidikan, kesehatan dan daya beli (kesejahteraan).
Secara lebih konkrit, IPM Kabupaten Intan Jaya tahun 2012 berada pada angka 48,74 poin dibandingkan dengan rata-rata Provinsi Papua yang telah berada pada level 65,36 poin. Angka tersebut memberi signal bahwa kehidupan masyarakat kita masih jauh dari yang kita harapkan. Masih diselimuti oleh keterbelakangan, ketertinggalan dan kemiskinan.
Kata bupati, isu strategis yang dihadapi pemerintah Kabupaten Intan Jaya adalah rendahnya IPM Kabupaten Intan Jaya. Dari isu strategis tersebut dapat diindentifikasi sejumlah permasalahan. Pertama, pembangunan pendidikan belum dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Kedua, pelayanan kesehatan belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara permanen.
Jawaban dari permasalahan adalah pelaksanaan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan Intan Jaya Pintar, Intan Jaya Sehat dan Intan Jaya Sejahtera. “Apa yang telah saya tetapkan, saya garis bawahi merupakan visi dan misi bupati dan wakil bupati 2012-2017,” tambah bupati.
Lebih jauh dikemukakannya, untuk dapat mewujudkan semua mimpi dan harapan tersebut, bupati menetapkan 5 misi. Pertama, percepatan pembukaan aksesbilitas wilayah. Kedua, mewujudkan kualitas sdm melalui peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau. Ketiga, mewujudkan pembangunan ekonomi daerah melalui pemanfaatan sumber daya alam dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Keempat, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, efektif, efisien, transparan dan akuntabel (good governance). Kelima, mewujudkan harmoni kehidupan sosial yang didukung stabilitas keamanan yang kondusif dengan mengedepankan supremasi hukum.
Kelima misi tersebut, lanjut bupati, merupakan arah kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka pencapaian tujuan bersama atau disebut common goals. Untuk dapat merealisasikan tujuan bersama itu, perlu disusun program skala prioritas berdasarkan rumusan-rumusan isu strategis dan identifikasi permasalahan pada masing-masing SKPD.
“Untuk itu, menjadi tugas saudara-saudara sekalian sebagai Kepala SKPD sekaligus sebagai perserta rakontek, bagaimana saudara mampu melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang saudara hadapi dan memberikan jalan pemecahannya/saran tindak melalui mekanisme koordinasi lintas sektor yang berkualitas,” ujarnya. (ros)
FOTO : 21-08-14-Bupati Inja Buka Kegiatan
BERITA 4 KOLOM :
Kasus Pengrusakan Pagar dan Kaca Rumah Ketua Gerindra Paniai Diproses
PANIAI – Pihak Polres Paniai masih mendalami kasus pengrusakan pagar dan kaca rumah milik orang tua Novela Nawipa, Ketua DPC Gerindra Paniai di kampung Awabutu, Enarotali, Distrik Paniai Timur.
Tiga orang saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik Polres Paniai mengaku pengrusakan dilakukan pada Selasa (12/8) usai Novela Nawipa bersaksi di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Jakarta.
Kapolres Paniai, AKBP Daniel Prayonggo kepada wartawan kemarin membenarkan kasus ini. Pihaknya sedang selidiki untuk mengungkap pelaku dan motifnya.
Pasca kejadian, kata Kapolres, barang bukti berupa pecahan kaca jendela dan pagar yang dirusak sudah diamankan
Menurut pengakuan dari 3 orang saksi yang saat kejadian itu ada di dalam rumah, pelakunya belasan orang. Dengan keterangan saksi, polisi berhasil mengidentifikasi beberapa oknum yang diduga kuat terlibat. Sedangkan lainnya sedang dalam pencarian sambil melacak lagi untuk ungkap pelaku dan motif dalam kasus pengrusakan itu.
Pantauan media ini, pagar di depan rumah sudah tak terlihat karena dirobohkan. Juga beberapa lembar kaca rumah pecah.
Belum dipastikan, tindakan oknum pelaku itu terkait dengan kesaksian Novela di MK atau masalah lain. Walau kejadiannya sehari pasca Novela sebagai saksi mandat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa berbicara di MK, apakah ada kaitan atau tidak, masih dalam pengembangan lebih lanjut.
Jawaban dan ekspresi Novela Nawipa di sidang MK menjadi buah bibir di seantero Indonesia bahkan dunia. Direktris CV Iyobai ini di hadapan Hakim MK menyatakan tak ada pencoblosan di kampung Awabutu pada hari pemungutan Pilpres. (ecu)
BERITA HALAMAN 2 :
Rakontek, Tingkatkan Kualitas Koordinasi Antar Lembaga
SUGAPA – Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Perangkat Daerah Kabupaten Intan Jaya Tahun 2014, bertujuan untuk meningkatkan kualitas koordinasi antar lembaga. Guna tercipta sebuah tatanan pemerintahan sesuai dengan mekanisme oragnisasi pemerintahan daerah yang efektif dan efisien. Sementara maksud digelarnya Rakontek ini, untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga di lingkungan pemerintah Kabupaten Intan Jaya.
Demikian laporan ketua panitia penyelenggara Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Perangkat Daerah Kabupaten Intan Jaya Tahun 2014, Markus Airori, S.Sos, M.Si, saat pembu
Bagikan artikel ini



