BERITA HALAMAN 2 : Bulog Nabire Penyalur Beras Rasking Ketiga di Papua   NABIRE – Bulog Nabire merupakan Bulog penyalur Beras Rakyat Miskin (Raskin) ketiga di Provinsi Papua. Nomor urut pertama adalah Kabupaten Wamena dan nomor urut dua adalah Kabupaten Mimika. Demikian dikatakan mantan Kansilog Bulog Nabire, Junaidi Jamila, SE, MM, di malam ramah tamah perpisahan mantan Kansilog Bulog Nabire, Jumat (22/8) di Rumah Makan Rado. Dirinya meminta semua staf Bulog Nabire agar memperhatikan nilai pelayanan ini secara baik. Karena ada 4 kabupaten wilayah pegunungan yakni Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Kabupaten Intan Jaya juga masuk dalam tanggung jawab penyaluran Rasking dari Bulog Nabire yang seharusnya dilihat sebagai bentuk pelayanan. Sehingga dalam kurun 45 hari menjabat Plt. Kansilog telah banyak hal yang dicatat untuk diambil sebagai langkah terobosan baru demi pelayanan Raksin kepada masyarakat. Namun dirinya harus pindah lagi, maka tugas penyaluran Raskin diharapkan untuk terus dilakukan, jika ada peluang harus pula ditingkatkan pelayanannnya. Dikatakan, tugas Bulog adalah menerima, menampung dan menyalurkan beras bagi PNS, TNI/POLRI dan Raskin kepada mereka yang berhak menerimanya. Untuk itu kepada semua staf Bulog Nabire, dirinya selaku mantan Plt. Bulog Nabire mengharapkan kebersamaan kita tidak harus berakhir di malam ini, tetapi harus terus dibangun walaupun hanya dengan telekomunikasi handphone. “Dan Kabupaten Nabire akan terus saya ingat, sebab di Nabire seluruh aset kantor Bulog terbakar bersama alat kerja pribadi saya. Sehingga kalau kita kerja jangan dengar orang lain, tetapi bekerja dengan hati dan harus pula jujur kepada siapapun dan juga jujur dalam melaksanakan tugas penyaluran beras,” ujarnya. Sementara itu, salah seorang staf Bulog Nabire, Muklis Abdul Kadir  mewakili keluarga besar Bulog dalam menyampaikan pesan dan kesan mengatakan, Junaidi Jamila selama 45 hari di Nabire banyak memberikan bimbingan dan banyak memberikan nasihat untuk semua staf agar bekerja dengan baik. Sehingga jika Junaidi Jamila di Jayapura dharapkan tidak lupa staf Bulog Nabire. Karena tercatat bagi staf Bulog Nabire pada bulan puasa tahun 2014 selaku orang tua, Junaidi Jamila telah memberikan inspirasi baru berupa kegiatan buka puasa bersama dari rumah ke rumah sesama staf Bulog Nabire sebagai bentuk membangun hubungan kekerabatan keluarga. Dengan demikian ini merupakan salah satu bagian penting yang tidak mungkin akan dilupakan oleh semua staf Bulog Nabire.(des)     Hadapi Musim Tanam, Kadis Pertanian dan Perkebunan Siap Monitoring NABIRE - Hadapi musim tanam pada bulan September dan Oktober tahun 2014, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP, M.Si bersama staf siap melakukan kegiatan monitoring lapangan. Dijadwalkan kegiatan monitoring ini akan dimulai minggu kedua bulan September. Kegiatan monitoring ini akan dimulai dari distrik wilayah timur yakni Distrik Wapoga, Distrik Mora dan Distrik Napan. Untuk kunjungan monitoring di Distrik Wapoga dirinya akan melihat pengembangan dan perluasan areal kakao seluas 100 hektar di Kampung Wireri. Sementara di Distrik Mora untuk melihat pengembangan dan perluasan kelapa di Kampung Ayombai, Kama, Arui, Hariti dan Kampung Mambor. Dari ketersediaan pupuk pestisida Poskha sebanyak 110 ton dan urea 300 ton lebih akan juga disalurkan sesuai Rencana Devenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dan perlu diingatkan bahwa dua jenis pupuk ini baru saja didatangkan pada minggu ketiga bulan Agustus bersama jenis pupuk lainnya. “Kegiatan monitoring yang akan dilakukan, bukan saja ke distrik wilayah timur Nabire. Tetapi akan dilakukan ke semua distrik berdasarkan komoditas pertanian dan perkebunan yang dikembangkan oleh masyarakat. Sehingga semua distrik di wilayah Kabupaten Nabire akan dilakukan kegiatan monitoring yang sama,” tutur Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP, M.Si via telepon genggamnya saat dihubungi Papuapos Nabire, Minggu (24/8) sore. Setelah Distrik Wapoga, Mora dan Napan akan dilanjutkan kegiatan yang sama di Distrik Makimi, Teluk Kimi dan Nabire. Kegiatan monitoring ini untuk mengecek kesiapan para petani dalam pengembangan dan pembukaan lahan. Serta melakukan pengawasan terhadap pupuk yang telah dibagikan agar pupuk yang ada dapat digunakan para petani.  Sehingga kepada para petani yang ada di Kabupaten Nabire, perlu diingatkan bahwa pupuk bersubsidi baru didatangkan pada minggu ketiga bulan Agustus. Tentunya ini dapat dihitung dan akan disalurkan sesuai RDKK yang ada. Dinas akan melakukan monitoring kebawah untuk melihat dan mendapatkan laporan langsung terkait pemakaian dan penggunaan pupuk pada musim tanam bulan September dan Oktober ini.(des)     Kegiatan Pengembangan Sagu di Kampung Makimi Akan Dibuka NABIRE - Sesuai jadwal, dipastikan Selasa (26/8) ini kegiatan pengembangan dan perluasan tanaman sagu di Kampung Makimi akan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP, M.Si yang dilangsungkan dengan kegiatan pembekaran materi bagi 30 orang peserta. Kegiatan pembukaan dan pengembangan lahan sagu di Kampung Makimi ini akan berlangsung di Balai Kampung Makimi, Distrik Makimi. Untuk itu pihak dinas melalui Kepala Bidang Perkebunan telah melakukan koordinasi bersama Kepala Kampung Makimi dan Kepala Distrik Makimi selaku aparat pemerintah setempat. Karena kegiatan pembekalan akan berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 30 orang peserta. Peserta kegiatan telah ada nama-nama dalam data selaku kelompok pengembangan dan perluasan lahan sagu. “Dan kegiatan ini secara resmi dibuka untuk pengembangan lahan sagu yang dimulai dari pemberian materi, persiapan pembukaan lahan, persiapan bibit hingga masuk masa tanam,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP, M.Si saat dihubungi Papuapos Nabire, Minggu (24/8) melalui sambungan teleponnya. Lanjutnya, perlu dipahami bahwa kegiatan pembukaan dan perluasan tanaman sagu di Kampung Makimi Distrik Makimi bukanlah sebuah proyek. Tetapi ini kegiatan pengembangan tanaman yang ada di masing-masing kampung. Agar kita tidak lagi berharap pada apa yang telah ada atau alam sediahkan, tetapi paling apa yang ada harus dikembangkan lagi. “Agar hasil yang didapat juga sangat memadai atau memuaskan bagi para petani selaku pemilik Dusun Sagu dan peramu. Dengan demikian dapat pula meningkatkan taraf hidup ekonomi rumah tangga dan pada akhirnya suatu saat masyarakat akan maju, mandiri dan sejahtera dari hasil yang di tanam berupa sagu,” tambahnya. Karena rencana Dinas Pertanian dan Perkebunan bersama kelompok tani yang juga masyarakat Kampung Makimi, selain membuka lahan baru untuk ditanam, juga merawat tanam sagu yang telah tumbuh. Dengan cara membersihka