Bantuan RITD Dorong Ekonomi Desa Tahun 2025
Kementerian Desa (Kemendes) telah menyalurkan bantuan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) pada tahun 2025 lalu untuk mendukung penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Nabire. Bantuan ini difokuskan pada pembangunan fasilitas penunjang produktivitas warga di sejumlah titik wilayah.

NABIRE - Kementerian Desa (Kemendes) telah menyalurkan bantuan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) pada tahun 2025 lalu untuk mendukung penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Nabire. Bantuan ini difokuskan pada pembangunan fasilitas penunjang produktivitas warga di sejumlah titik wilayah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire, Pelimon Madai, S.Th., M.Th., saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (14/9/2026). Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan bukan berupa bangunan fisik yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan hasil panen warga
Penyaluran bantuan RITD ini menyasar dua wilayah utama, yakni Gerbang Sadu dan Bumi Raya. Di lokasi tersebut, dana bantuan tidak hanya digunakan untuk mendirikan gudang penampungan hasil pertanian, tetapi juga infrastruktur pendukung sektor peternakan sapi.
Selain pembangunan fasilitas fisik berupa gudang dan kandang ternak terpadu, program dari kementerian ini juga mencakup kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan.
Pelatihan ini dirancang agar masyarakat dapat mengolah bahan-bahan yang ada di sekitar menjadi produk yang bermanfaat secara mandiri. “Kemudian ada juga pelatihan juga dalam bentuk pembuatan pupuk pestisida, dari bahan alami,” terangnya.
Ia menambahkan, bahan-bahan alami yang digunakan bersumber langsung dari potensi daerah setempat.
Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, pihak penyelenggara memberdayakan tenaga ahli lokal dari instansi pemerintah daerah agar materi yang diberikan lebih tepat sasaran.
“Kemudian tutor atau pelatih yang mereka gunakan dari daerah kita sendiri. Makanya kita cari Dinas Pertanian, kita siapkan tutor dari pertanian ada dua orang, jadi mereka yang memberikan pelatihan untuk pembuatan pupuk pestisida dari bahan alami, itu untuk program tahun sebelumnya,” tutup Pelimon. (sam)
Bagikan artikel ini



