Balai Besar TNTC Harap Pos Apung Jadi Aset Bisa Terjaga
NABIRE - Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih Ir. Ben Gurian Saroy, M.Si ketika diwawancarai, Rabu (15/11) saat meninjau Po
Bagikan
NABIRE - Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih Ir. Ben Gurian Saroy, M.Si ketika
diwawancarai, Rabu (15/11) saat meninjau Pos Apung yang ada di Nutmawi Kampung
Akodiomi Distrik Yaur mengatakan, pos apung yang dibangun oleh Balai Besar
Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) merupakan satu contoh yang
direncanakan akan dibangun di beberapa tempat,
“Ada di sekitar tujuh lokasi sesuai dengan tujuh marga supaya nanti tidak ada iri hati antara
satu marga dengan marga lainnya, kedekatan kita nanti supaya ada pemerataan,
jadi yang kita butuhkan sebenarnya tinggal Peraturan Bupati (Perbup) saja,”
ungkapnya. “Jadi kelengkapan yang ada dalam pos apung ini, kita nanti ingin teman-teman yang berada disini
yang nanti kalau ada turis datang kesini kita berharap akan dilengkapi rumpon
keramba apung, sehingga ada daya tarik kepada Hiu Paus itu, begitu turis datang
kesini masyarakat sini yang kami harap akan bisa mengantar kesini kemudian
turisnya menyelam menikmat itu dan sudah ada biaya disitu misalnya disitu ada
pintu Dispenda kemudian nanti Dispenda akan membaginya, mana yang untuk
Pemerintah Daerah sebagai PAD dan mana yang menjadi hak masyarakat,” tambahnya. Menurutnya, pemerintah sebenarya hanya bertugas mengawasi, memfasilitasi dengan adanya
wisatawan masuk ke obyek wisata ini, jelas akan bermanfaat bagi masyarakat,
dimana akan menghasilkan pendapatan ekonomi masyarakat itu sendiri. Katanya, ada dua hal yang penting yang harus dilakukan oleh warga masyarakat maupun para
wisatawan yag datang berkunjung ke kawasan Hiu Paus, pertama warga
masyarakat harus menjaga ekosistem yang
ada, dengan menjaga dan memelihara ekosistem yang ada, maka ikan yang ada
maupun terumbu karangnya akan menambah keindahan tersendiri dan ikan-ikan yang
hidup diperairan tersebut juga akan
bertambah. “Jangan kita menangkap ikan dengan menggunakan obat atau bom, itu semua tidak boleh, karena
akan merusak terumbu karang dan ekosistem yang ada. Hiu Paus ini memang hidup
di laut tapi ada hubungannya juga dengan daratan, misalnya makanan hiu paus ini
kan orang bilang ikan nasi yang kecil-kecil itu. Ikan nasi ini dia bertelur di
sungai kemudian setelah menjadi anak ikan dia ke laut, sehingga kalau di darat
kita sudah kasih rusak semua, otomatis Hiu Paus ini akan pergi berimigrasi ke
tempat yang banyak makanan,” paparnya. Selaku Kepala Balai TNTC menghimbau agar, masyarakat bisa menjaga aset yang telah dibangun
dengan baik. Bangunan pos apung ini dibangun dengan nilai yang mahal, sekitar
1,3 miliar ini dan pos apung ini dibangun demi kepentingan daerah, kepentingan
masyarakat sehingga bisa dipakai hingga
jangka panjang.(cad)
Bagikan artikel ini



