NABIRE – Mengawali kerja tahun 2018 ini, Senin (8/1), pegawai di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Nabire menutup pelayanan kepada masyarakat umum. Pintu pagar dan kantor, tidak dibuka penuh, hanya cukup dilewati motor di pintu pagar. Salah seorang staf Dindkcapil, Senin siang mengungkapkan, pegawai sengaja mogok kerja untuk meminta perhatian dari Bupati Nabire. Karena, server yang sudah rusak sejak Oktober lalu, selama 4 bulan ini, tidak bisa mengakses pelayanan kependudukan kepada warga yang membutuhkan. Staf tersebut menambahkan, sebetulnya Bupati Isaias Douw sudah merespon kerusakan server tersebut. Tetapi, ketika tiba di Bank Papua, ternyata dana di kas daerah sudah kosong sehingga dinas tidak bisa mengadakan mesin server yang rusak. “Teman-teman mau beli server yang rusak ini Desember lalu, tetapi begitu sampai di bank mau cairkan uang, ternyata dana di kas daerah habis sehingga tidak bisa mencairkan uang. Akhirnya semua sia-sia,” urainya. Oleh karena itu, ia menambahkan, staf Dindukcapil mogok kerja sebagai protes dan menarik perhatian dari Bupati Nabire atas kesulitan yang sedang dialami Dindukcapil Nabire. “Kami mogok, biar bupati tahu,” tuturnya. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Nabire, Yunus Rumere saat dikonfirmasi atas sikap dari stafnya, Senin (8/1) malam mengatakan, hari pertama, staf mengikuti Natal Gabungan pada pagi hari sehingga memang kerjanya tidak full. Rumere mengaku kerusakan server kependudukan di Dindukcapil sudah rusak sejak 30 Oktober 2017 dan hingga saat ini belum ada dana untuk memesan server ke rekanan. Karena, disposisi dari Bupati Nabire, Isaias Douw ‘dipimpong’ oleh Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nabire hingga 29 Desember 2017 lalu, dana di kas daerah kosong.(ans)