NABIRE - Pada acara penutupan Pesta Budaya Daerah ke – III tahun 2015, sejumlah atraksi ditampilkan, guna menghibur warga masyarakat yang memadati Taman Gizi Oyehe, Jumat (24/4) sore kemarin. Dari sejumlah atraksi yang ditampilkan oleh beberapa distrik, yang paling menarik atraksi Bambu Gila dan Barongsai. Atraksi Bambu Gila yang dimainkan oleh Pemuda Distrik Teluk Umar, dibawah pimpinan Kepala Suku Umari, Agus Banggo mendapat apresiasi dari warga masyarakat kota Nabire, yang datang dan menyaksikan atraksi tersebut. Bagaimana tidak, atraksi Bambu Gila asal Suku Umari Distrik Teluk Umar Kabupaten Nabire sangat menarik, bahkan bukan hanya para pemuda Distrik Teluk Umar yang memainkan atraksi Bambu Gila tersebut, bahkan Kepala Suku Umari, Agus Banggo juga mempersilahkan bagi warga masyarakat yang memadati areal Taman Gizi Oyehe, yang ingin mencoba atraksi tersebut.Tidak menunggu lama, para pemain barongsai atau yang dikenal dengan sebutan Barongsai Singa Emas memberanikan diri untuk mencoba atraksi Bambu Gila tersebut. Rasa penasaran para pemain Barongsai inipun akhirnya terkabulkan, dimana ketika Bambu Gila mulai beraksi, para pemain Barongsai inipun dibawa arus Bambu Gila yang benar-benar gila. Sambutan tepuk tangan dari para warga yang menyaksikan atraksi Bambu Gila inipun membuat ratusan pasang mata yang menyaksikan atraksi Bambu Gila semakin penasaran menyaksikan atraksi tersebut, yang memang baru pertama kalinya ditampilkan pada iven pesta budaya daerah ketiga kali ini. Bukan hanya warga pendatang yang ingin mencoba atraksi Bambu Gila tersebut, warga Papua pegunungan juga ikut meramaikan Pesta Budaya Daerah tahun 2015 ini, dengan mencoba atraksi Bambu Gila tersebut. Bahkan, atraksi Bambu Gila tersebut secara tidak langsung telah memperkenalkan sebuah tradisi budaya Papua asal Pesisir Pantai yang tidak ada di daerah lain selain, di Distrik Teluk Umar Suku Umari. Dengan digelarnya atraksi Bambu Gila, telah memperlihatkan semboyan dan motto Bangsa Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Dan di Kabupaten Nabire, Bhineka Tungal Ika masih ada hingga saat ini, dengan mempersatukan semua suku atau etnis lewat atraksi Bambu Gila. Selain Bambu Gila yang dimainkan oleh Distrik Teluk Umar Suku Umari, atraksi Barongsai dari etnis Tionghoa Nabire, juga ikut meramaikan acara penutupan Pesta Budaya Daerah Ke – 3 tahun 2015. Atraksi Barongsai tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Butuh kekuatan fisik prima dan latihan yang intens untuk bisa menghasilkan gerakan yang atraktif, seirama dan terlihat hidup.  Atraksi Barongsai yang dimainkan oleh sejumlah prajurit dari Batalyon 753/AVT, dibawa naungan Yayasan Amal Bhakti Tionghoa Nabire, juga disaksikan langsung oleh Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos beserta sejumlah undangan yang hadir pada acara penutupan pesta budaya daerah itu.Kesenian Barongsai mulai populer pada zaman Dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari Raja Song Wen di Kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan Raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga sekarang.       Satu gerakan utama dari Tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa. Tarian atau atraksi Barongsai yang dipertontonkan pada acara penutupan pesta budaya daerah ini, sebagai perwujudan persaudaraan antara semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire, dengan tidak melihat suku, agama, etnis, karena para pemain atraksi Barongsai tersebut, saat ini bukan hanya harus dimainkan oleh warga etnis Tionghoa saja, tetapi warga Papua juga bisa melakukan atraksi tersebut. Dan atraksi Barongsai yang ditampilkan, juga sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Tanah Papua, dan Kabupaten Nabire siap ambil, bagian dalam PON tahun 2020, melalui Tarian Barongsai. (cad)