NABIRE - Guna mengantisipasi masuknya paham radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di wilayah hukum Polres Nabire, Kepolisian Resor Nabire menggelar tatap muka dengan Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nabire dengan para tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire.   Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si., Kajari Nabire, T. Banjar Nahor, SH., Danyon 753/AVT, Mayor Inf. M. Mahbub Junaedi, Asisten I Setda Nabire, Drs. I Wayan Mintaya, Kasat Binmas Polres Nabire, AKP. Mardi Marpaung, S.Sos, selaku penyelenggara kegiatan, salah satu tokoh masyarakat, Yulian Jap Marey, serta beberapa para kepala suku, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. Kapolres AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si mengatakan, menanggapi berbagai persoalan yang terjadi di Nabire, terkait dengan pencegahan masuknya paham radikal ISIS di Kabupaten Nabire, tentunya pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, karena pihak kepolisian punya keterbatasan. Selain kasus ISIS, di Nabire mulai merebak masalah kasus tanah, dan masalah tanah ini, merupakan salah satu kasus yang menonjol di Nabire. “Kasus tanah ini, sangat sulit diselesaikan, apalagi kepemilikannya tumpang tindih. Dimana hak ulayat itu ada yang diberikan kepada si A, ada yang diberikan oleh si B dan ada yang diberikan kepada si C, padahal lokasinya satu. Inilah yang menjadi persoalan yang harus kita pikir bersama, bagaimana jalan keluarnya,” ungkap Kapolres. Selain itu, kata Kapolres, tujuan digelarnya pertemuan ini untuk membahas berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat, dan mencari jalan keluar atau solusi yang tepat. Guna menciptakan situasi dan kondisi yang aman, damai dan tertib di wilayah Kabupaten Nabire. Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP. Sudjono dalam paparannya mengenai situasi Kamtibmas dan hal-hal yang terkait berbagai persoalan yang kemungkinan akan terjadi di Kabupaten Nabire, menurut kacamata inteelijen, menurut Kasat Intel, sampai saat ini keberadaan kelompok-kelompok ISIS di wilayah Nabire, belum ada dan mudah-mudahan tidak ada di Nabire. “memang untuk saat ini kelompak ini (ISIS, red) belum ada di Nabire. Dan Nabire sebagai pintu masuk dan merupakan kota transit untuk beberapa wilayah di pegunungan tengah, kami menilai bahwa hal ini juga perlu diantisipasi oleh kita bersama. Sehingga dengan pencegahan yang dilakukan oleh kita bersama, kelompok-kelompok ini tidak bisa masuk ke wilayah Nabire,” tutur Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP. Sudjono.   Pertemuan yang berlangsung selama dua jam lebih itu, berjalan alot dan penuh dengan suasana keakraban dan harmonis. Sehingga dengan diadakannya pertemuan tersebut, tentunya bisa meminimalisir segala bentuk persoalan atau kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Nabire kedepan. (cad)