Anak Perintis Nyatakan 7 Poin Penting Bangun Kebersamaan
NABIRE - Anak-anak perintis atau dapat dikatakan anak-anak dari sejumlah orang tua yang dulu telah membuka lahan hingga pembangunan K
Bagikan
NABIRE - Anak-anak perintis atau dapat dikatakan anak-anak dari sejumlah orang tua yang
dulu telah membuka lahan hingga pembangunan Kabupaten Nabire, dari awalnya
hutan sampai menjadi kota ini menyatakan 7 sikap atau poin penting guna
mengawal, ikut ambil bagian dalam kebersamaan membangun Kabupaten Nabire yang
kini dikenal sebagai kota emas ini. Ketujuh pernyataan sikap ketika dideklalrasinya Forum Komunikasi Anak Perintis Nabire
dari dekade 1960 – 1980 ini, pertama, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kedua, setia pada Pancasila dan Undang Undang Dasar (UUD) 1945. Selanjutnya, mendukung program pemerintah daerah dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Keempat, menjalin kerukunan antar umat beragama, tidak membedakan suku, agama
dan Ras. Lima, menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan. Penyataan keenam, berbeda-beda kita tetap satu atau menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal
Ika dan terakhir tetap dalam bingkai NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada sejumlah tokoh masyarakat, pengusaha, Pegawai Negeri Sipil (PNS), pedagang, kontraktor
dan warga dengan rutinitas lain yang tergabung dalam forum komunikasi ini.
Mereka menyatakan sikap untuk menjalin solidaritas bersama dan meningkatkan
tali silaturahmi yang belakangan ini terabaikan. Dengan harapan, seperti disampaikan Koordinator Forum Komunikasi Anak Perintis Kota Nabire,
yang telah dideklarasikan pada hari Sabtu (10/2) kemarin bertempat di Hotel
Gets Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. Deklarasi FKAP Nabire ini lahir
guna mengembalikan, mengumpulkan dan menyatukan presepsi serta secara
bersam-sama membangun solidaritas dan menjalin tali silaturahmi kembali guna
membangun Kabupaten Nabire kedepan lebih baik lagi nantinya.(wan)
Bagikan artikel ini



