Air Terjun Bihewa 7 Tingkat Sangat Menarik Untuk Obyek Wisata
NABIRE – Air terjun Bihewa yang bertingkat 7 di ujung Kampung Lagari IV, Distrik Makimi sangat menarik sehingga Pemerintah harus mengembangkan potensi alam ini sebagai salah satu obyek wisata alam dengan panorama terjun 7 tingkat, dan bisa dikembangkan juga sebagai wisata j
Bagikan
NABIRE – Air terjun Bihewa yang bertingkat 7 di ujung Kampung Lagari IV, Distrik Makimi sangat menarik sehingga Pemerintah harus mengembangkan potensi alam ini sebagai salah satu obyek wisata alam dengan panorama terjun 7 tingkat, dan bisa dikembangkan juga sebagai wisata jeram, karena airnya deras. Sebab, air terjun dengan 7 tingkat merupakan kekayaan alam di Kabupaten Nabire merupakan obyek wisata alam yang menarik dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
Hal ini diungkapkan Udin Mardin, anggota DPRD Kabupaten Nabire usai rekreasi bersama keluarga dan koleganya, Minggu (10/7) sore.
Begitu menariknya potensi alam yang dimiliki Kabupaten Nabire, Ketua Komisi A DPRD Nabire ini menilai, kekayaan alam yang unik di Kabupaten Nabire harus ditangani oleh pemerintah dalam penataan obyek wisata tersebut. Sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat adat.
Menurut Udin Mardin, pengelolaan air terjun Bihawa sebagai salah satu obyek wisata, Dinas Pekerjaan Umum membantu menyiapkan jalan masuk dari jalan umum ke lokasi, sepanjang 3,8 KM. Badan jalan sudah disiapkan oleh masyarakat, tinggal pengerasan dan pengaspalan. Sementara Dinas Permukiman membangun sejumlah rumah bagi masyarakat adat Makimi yang berada di sekitar lokasi obyek wisata dan Dinas Pariwisata menata lokasi obyek wisata, air terjun Bihawa.
Air terjun Bihewa yang memiliki keunikan dengan 7 tingkat ini baru diketahui oleh lewat berita online, karena selama ini berada di balik hutan sehingga tidak diketahui banyak orang.
Udin mardin menilai air terjun ini merupakan potensi alam yang luar biasa di Nabire sehingga pengelolaannya sebagai obyek wisata di daerah ini, perlu melibatkan juga pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat agar kekayaan alam yang memiliki ciri khas tersendiri ini bisa dikelola sebagai obyek wisata alam dan wisata jeram.
“Saya ini lahir besar dan besar di Nabire tetapi, baru tahu kalau di Nabire ada air terjun 7 tingkat. Teman-teman dari daerah lain tanya juga, saya bilang tidak ada air terjun yang 7 tingkat. Dan ternyata, memang ada, saya baru menyaksikan adanya air terjun 7 tingkat. Ini luar biasa dan sangat baik sebagai obyek wisata,” tutur Kasat Intel Polres Nabire, AKP Burhanuddin P. di sela-sela rekreasi bersama keluarganya di tingkat II Air Terjun Bihawa, Minggu (10/7).
Beberapa pengunjung yang ditanyai terpisah mengatakan sangat indah dan apabila pemerintah daerah mengelolah air terjun ini sebagai obyek wisata, pasti ramai dikunjungi masyarakat Nabire. Karena, orang jenu dengan rekreasi ke pantai, orang mau merasakan rekreasi juga ke air tawar. Apalagi air terjun ini 7 tingkat, pasti punya daya tarik tersendiri.
Mau menyaksikan air terjun 7 tingkat yang menjadi kebanggaan kekayaan alam Nabire ? Tak susah, cukup ke Lagari IV Perumahan 200 belok ke jalan arah Wapoga. Dari camp, belok ke selatan menyusuri jalan baru di bawah pepohonan yang menyegukkan. Hanya 1,6 jam, sudah tiba di air terjun dan bisa rekreasi ria menyaksikan panorama air terjun 7 tingkat.
Tokoh masyarakat Makimi, Paulus Rumbobiar yang ditemui di base camp Lagari mengatakan, air terjun ini berada di wilayah adat orang Makimi. Kekayaan alam yang tersembunyi ini baru mulai diperkenalkan kepada orang lain, sejak bulan lalu, bersamaan dengan pembukaan jalan yang dirintisnya. “Jalan ini saya buka dengan biaya sendiri, menyewa alat berat dengan uang sendiri. Saya membuka jalan ini dengan pikiran sendiri, pakai uang sendiri,” tuturnya.
Oleh sebab itu, kata Paulus, tidak ada orang Makimi yang bisa mengatasnamakan siapa-siapa, kepala suku juga tidak bisa mengatasnamakan masyarakat Makini. “Pemerintah mau bekerja sama dengan masyarakat, hanya dengan saya sendiri. Karena hal ini, saya mulai sendiri dengan pikiran sendiri untuk memperkenalkan air terjun kepada dunia luar, dengan uang saya sendiri saya buka jalan dan dengan dana sendiri saya sewa alat. Oleh karena itu, kalau mau kerjasama, hanya dengan saya,” tegasnya, (ans)
Bagikan artikel ini



