NABIRE - Dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi di malam hari sepanjang tahun 2017 ini, setelah Jembatan Kali Siriwini Bawah terputus akibat hujan yang disertai banjir, kini giliran pinggiran Kali Siriwini yang mulai terjadi longsoran. Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) diminta banyak turun lapangan. Sebab, kondisi abrasi pinggiran Kali Siriwini bawah ini akan berjalan secara perlahan–lahan, namun dipastikan akan mengancam pemukiman masyarakat, karena baru satu malam hujan deras yang disertai banjir, kini sudah terlihat longsoran atau abrasi di sepanjang Kali Siriwini bawah dan juga terlihat abrasi tersebut dapat mengamcam nyawa manusia. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Kantor BPBD dan Dinas PU  selaku instansi teknis harus turun lapangan dan harus pula ada langkah atau kebijakan berupa pembangunan normalisasi sepanjang Kali Siriwini bawah yang dimulai dari Asrama Kodim 1705/Paniai yang ada di Siriwini hingga bibir muara kali Siriwini bawah. Sebab berdasarkan hasil Pantauan wartawan media ini, pada Rabu (31/10) malam pekan ini dengan terjadinya hujan deras semalam yang disertai banjir, hasilnya kini sudah terlihat ada pengikisan atau longsoran dan  terbentuknya anak-anak kali kecil yang muncul dipinggiran kali dan membentuk kali baru, yang siap mengamcam perkebunan dan rumah–rumah warga. Sehingga pemerintah diminta tidak tinggal diam atas kondisi ini, dengan mengambil sikap turun lapangan dan membuat program pembangunan normalisasi Kali Siriwini bawah agar rumah–rumah masyarakat tidak lagi menjadi ancaman banjir, jika ada hujan deras mengguyur kota Nabire dan sekitarnya.(des)