NABIRE - Dalam nubuatan-nubuatan telah disebutkan bahwa, akan ada kebangunan Rohani yang besar dan dimulai dari Asia, karena itu sangat penting bagi Gereja-gereja di Asia untuk bersatu agar dapat membawa dunia ke dalam kebangkitan Rohani ketiga. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan diri guna menerima kebangkitan tersebut, karena komunitas makro dari Tuhan adalah gereja dan bentuk gereja Tuhan yang kecil adalah keluarga yang terdiri dari suami dan istri. Keluarga mencerminkan Allah tritunggal seperti yang digambarkan dalam Efesus:5 ayat 21-33, ketika keluarga kuat maka gereja akan menjadi lebih kuat, ketika suami istri medapat menghormati dan dapat saling menundukan diri, maka mereka akan bersama-sama tunduk kepada Tuhan. Sehingga semakin keluarga saling mengasihi satu sama lain, maka gereja akan mengalami kebangunan rohani dan diharapkan kita manusia harus membawa penundukan diri kedalam keluarga dimana kita berada. Dengan menundukan diri antara satu sama lain yang artinya “tundukanlah dirimu satu dengan lain seperti kepada Tuhan. Ketika seorang istri menghormati suami berarti ia sedang tunduk dan melayani Tuhan, penundukan diri yang aktif adalah penyembahan kepada Tuhan.  Demikian bunyi kotbah yang disampaikan Gembala GBI Wilayah II Papua Abraham Uniplaita pada ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 GBI Rock Nabire bersamna anak penyandang cacat di Yayasan Arminiah Papua Nabire, Minggu (20/5) kemarin. Lanjut dikatakan, penundukan diri adalah mandat dari Tuhan, karena rasul Paulus dalam memaknai Perjanjian Lama Kejadian 2;24 yang menunjukan bahwa penundukan diri adalah mandate Tuhan yang diberikan semenjak awal dunia diciptakan. Di dalam kitab kejadian diceritakan bahwa Tuhan menciptakan semuanya baik, namun ketika Tuhan melihat Adam, Ia mengatakan bahwa ia tidak baik sendirian, lalu Tuhan memberikan Adam kepercayaan untuk memberi nama seluruh binatang yang ada. Dan ketika Adam mampu melakukan tanggung jawab yang diberikan Tuhan, barulah Tuhan memberikan Hawa kepada Adam, sangat penting untuk kita memiliki penundukan diri, karena itulah yang diinginkan Tuhan, ketika semua saling menunduhkan diri dalam Kristus, maka hal ini akan menjadi senjata yang kuat. Sesungguhnya kata penundukan diri sangat indah, sebab Yesus juga menundukan diri kepada Bapa di Surga. Dalam kitab Kejadian 2 ayat 18 Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong, sehingga posisi wanita adalah membantu dan memberikan pertolongan. Ketika para pria menjadi lebih kuat, maka gereja juga akan menjadi lebih kuat, Efesus 5 ayat 26-27 menjelaskan bahwa tugas pria memimpin keluarga dalam kebenaran Firman Allah supaya menjadi tidak bercacat bela, karena itu pria harus bertumbuh dalam kebenaran akan Tuhan. Sehingga dengan demikian pria akan bertumbuh kepada kesempurnaan seperti Kristus dan para pria akan dapat memimpin gereja menuju Kristus, ketika pria lebih mengenal Kristus, maka ia akan memimpin istri, anak dan seluruh jemaat menjadi semakin bertumbuh kepada Kristus. (erens rumbobiar)