NABIRE - Sebanyak 7 Ruangan Kelas Belajar (RKB) di SD YPK IS Kijne Wadio mengalami kerusakan serius. Kerusakan 7 RKB ini dimulai dari atap daun senk dan juga plafon, yang mengakibatkan air hujan bisa masuk saat hujan dalam ruangan kelas. Dimana ada 4 ruangan kelas yang dibangun pada tahun 2002 atau kurang lebih sudah termakan usia 10 tahun, yang atap senknya sudah karatan akibat termakan usia dan juga dalam  4 ruangan kelas ini tidak terpasang plafon. Demikian dikatakan Kepala SD YPK IS Kijne Wadio, Andarias Rumaseb, kepada Papuapos Nabire, Selasa (8/5), di sela-sela Ujian Nasional (UN) seraya menambahkan, dari 7 RKB ini ada 4 RKB yang atap daun senknya sudah termakan usia. Dan juga di 4 RKB ini semenjak dibangun hingga saat ini tidak ada plafon, sehingga saat hujan deras air hujan langsung begitu saja masuk ruangan, sementara di musim panas terlihat anak-anak tidak bisa tenang menerima pelajaran dengan baik akibat panasnya terik matahari. Sedangkan di 3 RKB lainnya juga mengalami kerusakan serius pada plafon yang hingga kini terlihat putus–putus dan tergantung di 3 RKB tersebut di bagian teras depan yang sering dilihat, guru, murid, orang tua murid akan tetapi juga para tamu yang hadir di sekolah. Untuk itu, besar harapnya kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar bisa turun lapangan dan melihat kondisi rusaknya 7 RKB di SD YPK I.S. Kejne Wadio yang mengalami kerusakan serius. (des)