NABIRE - Untuk menjawab kekurangan akan tenaga pengajar atau Guru di Papua, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan telah menjawab hal tersebut dengan mengirim 55 guru kontrak ke Kabupaten Nabire dan 55 orang guru tersebut telah dibagikan ke sejumlah sekolah pinggiran. Untuk itu, Selasa (6/9) Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire  Primus Butu secara langsung mengantar 4 orang guru kontrak yang akan ditugaskan pada SMP dan SMAN Napan, guna menjawab akan kekurangan tenaga pengajar di dua sekolah tersebut.Lebih jauh dikatakan Sekertaris Dinas P dan P Nabire ini, tidak semua guru kontrak dibagikan ke sekolah diluar kota, akan tetapi ada guru kontrak yang ditempatkan pada sekolah yang ada dalam kota dan di sekolah yang kekurangan guru misalnya di SMP Adven dan SMP YPPGI.Sementara dari semua itu, ada 15 SMP yang mendapatkan guru kontrak, 8 SD juga mendapatkan guru kontrak ada 4 orang guru kontrak lagi ditempatkan pada sekolah Menengah Kejuruan atau SMK, karena 4 orang guru tersebut merupakan guru produktif, makanya harus ditempatkan sesuai jurusan.Ke 55 guru kontrak yang ditugaskan ke Kabupaten Nabire ini, lanjutnya, semuanya berasal dari Universitas Negeri Makassar (Provinsi Sulawesi Selatan) yang didatangkan oleh Kementerian Pendidikan guna menjawab program pemerintah di bidang pendidikan dengan sebutan ‘Sarjana Mendidik terdepan, terluar dan terpencil’.Sesungguhnya, tambahnya, program pemerintah pusat ini telah ada semenjak tahun 2012 lalu dan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam usulan menerima guru kontrak ini sebanyak 150 orang dan baru dijawab 55 orang, sehingga janji Bupati Nabire akan berjuang terus mendatangkan guru kontrak ke Nabire guna menjawab kekurangan tenaga pengajar.(des)