2 Jenazah Anggota 753/AVT Disambut Upacara Militer
NABIRE - Dengan menggunakan pesawat Wings, 2 jenazah anggota TNI Batalyon Infanteri (Yonif) 753/Arga Vira Tama tiba di Bandara Nabire sekirat pukul 12.00 wit. Kedatangan kedua anggota Yonif/753 masing-masing Praka Wemprit dan Pratu Mustofa yang gugur dalam serangan kelompok
Bagikan
NABIRE - Dengan menggunakan pesawat Wings, 2 jenazah anggota TNI Batalyon Infanteri (Yonif) 753/Arga Vira Tama tiba di Bandara Nabire sekirat pukul 12.00 wit. Kedatangan kedua anggota Yonif/753 masing-masing Praka Wemprit dan Pratu Mustofa yang gugur dalam serangan kelompok bersenjata di Sinak dan Tinggi Nambut, disambut dengan upacara kemiliteran.
Bahkan kedatangan kedua jenazah tersebut disambut Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos. Ketua DPRD, Titi Yuliana Worabay Marey, Dandim 1705/Paniai Letkol. Inf. Rudy Jayakarta, Kapolres Nabire, AKBP Bahara Marpaung, S.Ik., Kajari Nabire, T. Banjar Nahor, SH., Ketua Pengadilan Negeri Nabire Nelson Panjaitan, SH.Dandim 1705/Paniai, Letkol. Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara penyambutan kedua jenazah tersebut.Seusai upacara penyambutan, kedua jenzah dibawa ke Makoyonif 753/AVT untuk selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nabire.Kepada media cetak maupun elektronik, Dandim 1705/Paniai, Letkol. Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene mengatakan, lambatnya evakuasi jenazah dari lokasi karena ada dua factor. Pertama, karena faktor cuaca dan dihari pertama dimana helikopter yang akan mengevakuasi mengalami gangguan yakni ditembaki kelompok bersenjata.“Setelah 3 hari baru kita bisa melakukan evakuasi dan berangkat dari Nabire dan saya sendiri ikut dalam evakuasi. Selama pelaksanaan kegiatan Puji Tuhan berjalan dengan lancar dan pada jam 11.00 WIT sudah tiba di Jayapura. Saat ini kita berada di Bandar Udara Nabire untuk melakukan penerimaan kedua prajurt jenazah yang akan dimakamkan di TMP Nabire,” ungkapnya.Ditanya terkait jumlah prajurit yang dievakuasi, Dandim 1705/Paniai menerangkan bahwa seluruh prajurit yang dievakuasi ada 7 orang. Sementara 4 masyarakat sipil yang turut menjadi korban tewas telah diurus oleh keluarganya di Jayapura.Khusus untuk prajuit yang menjadi korban tewas penembakan di dua tempat terpisah yakni Sinak dan Tinggi Nambut berjumlah 4 orang. Sedangkan 3 prajurit lainnya yang menjadi korban tewas penembakan berasal dari Kodim 1714/Puncak Jaya.“Dari 753/AVT, 2 jenazah dimakamkan di TMP Nabire sementara 2 lainnya dikirim ke kampung halaman masing-masing yakni Palu dan Kendari dari Jayapura,” katanya.Disinggung terkait situasi ditempat kejadian, Dandim Rudy Jayakarta Runtuwene menyatakan bahwa saat evakuasi berlangsung situasinya sudah stabil dan kondusif. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa dan juga Danramil dan Pamrawan telah melakukan pendekatan dengan masyarakat dibantu oleh tokoh-tokoh gereja dan adat.Dandim menyatakan pertama, agar kejadian tersebut harus dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk semua yang perlu waspada dan waspada itu harus.Kedua, sebagai prajurit harus melaksanakan pembinaan teritorial secara baik, memberikan pembinaan masyarakat dengan baik, pendekatan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, adat dan agama juga dengan sebaik-baiknya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



