NABIRE - Sebanyak 1.300 prajurit/personil gabungan terlibat dalam gelar pasukan pengamanan dalam rangka kedatangan Presiden Joko Widodo di Papua, Kabupaten Nabire yang direncanakan selama 2 hari (20-21/12/2017), Selasa (19/12), di Lapangan Sapta Magra Kodim 1705/Paniai pagi kemarin. Seluruh prajurit tersebut berasal dari kesatuan TNI AD, TNI AL, TNI AU, kepolisian dan Pemkad Nabire. Terlihat disiagakan juga dua unit kendaraan anti teror dan roda 2 (motor) milik Batalyon Raider 753/AVT Nabire dan Polres Nabire. Prajurit yang terlibat apel gelar pasukan merupakan perwakilan dari kesatuan masing-masing. Mereka akan disebarkan ke seluruh wilayah di Nabire saat Presiden Jokowi berada di kota singkong, Nabire Provinsi Papua selama dua hari ini. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit di Makodim 1705/Paniai, Selasa (19/12) sebelum dilaksanakan rapat tertutup Pam Kunker Presiden Jokowi mengatakan, pengamanan VVIP harus dapat meyakini bahwa masing-masing Satgas sudah siap melaksanakan tugas, mampu menangkal berbagai kerawanan dan kontinjensi yang mungkin akan terjadi nantinya. Dia menyebutkan, Personel Satgas Pam akan ditempatkan di sekitar PLTMG Kalibobo, Kabupaten Nabire dan lokasi yang menjadi sasaran peninjauan Presiden Jokowi, seperti di RSUD Nabire, Bandara baru di Kaladiri dan Pelabuhan Samabusa Distrik Teluk Kimi serta sepanjang rute yang dilalui maupun rute cadangan yang disiapkan nantinya. Menurut dia, baik secara langsung maupun tidak langsung agar sasaran dan tujuan pengamanan dapat dicapai dengan optimal, antisipasi setiap perkembangan situasi di lapangan. Maupun upaya dari pihak tertentu yang ingin mengganggu kelancaran, ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan kunjungan kerja Presiden RI di wilayah Provinsi Papua. “Pengamanan ini melibatkan 1.300 personil yang merupakan gabungan TNI dan Polri,” pungkas Pangdam XVII/Cenderawasih.(wan)