Lompat ke konten utama
Papuapos Merauke

Pencarian

“Kajian Ilmiah Pers”

100 artikel cocok dengan pencarian Anda.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (20) Kemerdekaan Pers Tidak Sedang Baik-Baik Saja
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (20) Kemerdekaan Pers Tidak Sedang Baik-Baik Saja

NABIRE - Dari mana pertama kali datangnya kemerdekaan? Datangnya kemerdekaan bagi manusia berasal dari Tuhan, namun bukan bebas sebenanya melainkan harus disertai adanya pertanggungjawaban. Hal ini terkait manusia sebagai entitas berakal, dimana koin rasionalitas menit dua sisi, yakni sisi kemerdekaan dan sebelahnya sisi tanggung jawab.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (19) Memahami Karakter Media Digital
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (19) Memahami Karakter Media Digital

NABIRE - Dewan Pers sampai mengakomodir tiga organisasi perusahaan Media Cyber sebagai konstituennya, yakni Serikat Media Cyber Indonesia (SMSI), Asosiasi Media Cyber Indonesia (AMSI) dan Jaringan Media Cyber Indonesia (JMSI). Itu artinya, Dewan Pers, mengafirmasi eksistensi atau keberadaan media digital atau Cyber. Bahkan langsung sibuk untuk memverifikasi perusahaan Pers Dotkom itu baik secara ferivikasi administratif maupun secara faktual.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (18) Platforn Wewe Dotkom, Sampai Wewe Gombel
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (18) Platforn Wewe Dotkom, Sampai Wewe Gombel

NABIRE - Seharusnya sudah ada kajian khusus untuk mengetahui platform digital pengganti cetak itu hakikatnya seperti apa. Bukankah itu mesin pencari saja yang oleh kita diandaikan sebagai pengganti mesin cetak. Mbah Google atau Wewe Dotkom sendiri mungkin tidak berniat untuk secara khusus mengganti mesin yang lima abad lalu ditemukan oleh Johanes Gutenberg itu.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers "Bagian 4" Mengenal Teori Disposesi Pers Nasional
Nabire

Kajian Ilmiah Pers "Bagian 4" Mengenal Teori Disposesi Pers Nasional

NABIRE - Kenapa pers nasional kita harus mengacu kepada teori disposesi pers? Jawabnya adalah karena bangsa Indonesia terlahir dari genetika yang namanya falsafah Pancasila. Dalam narasi lima sila terdapat dimensi-dimensi metafisika yang tidak mungkin dijelaskan oleh landasan pemikiran barat yang positifistik dan materialistik. Kebenaran versi filsafat barat adalah sesuatu haruslah dapat terindra untuk dikatakan sesuatu itu ada.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (17) Tajuk, Politik Kebangsaan Redaksi
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (17) Tajuk, Politik Kebangsaan Redaksi

NABIRE - Politik Redaksi adalah tajuk. Bagaimana media memandang sesuatu masalah, peristiwa atau fenomena, bisa dilihat dari tajuknya. Media memang tidak boleh partisan, tapi sebagai entitas manusia terpimpin dan ada lembaganya tentu harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memperkenalkan dirinya. Seperti cogito ergo cum milik Rene Descartes, bahwa aku berpikir maka aku ada.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (16) Kebangsaan Dulu, Setelah itu Wartawan
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (16) Kebangsaan Dulu, Setelah itu Wartawan

NABIRE - Kata independen lawan katanya adalah dependen. Dependen artinya bergantung. Sedangkan independen itu diasosiasikan sebagai sebuah sikap yang mandiri dan mirip sikap netral. Dalam dunia aktivis LSM populer istilah imparsial lawan katanya parsial. Itu juga diasosiasi maknanya hampir sama, yaitu tidak memihak. Ada juga dikenal kata Non-partisan lawannya partisan, itu biasa dikenal pada istilah partai politik.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (13) Jumlah Objek Berita Melebihi Jumlah Ikan di Laut atau Bintang di Langit
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (13) Jumlah Objek Berita Melebihi Jumlah Ikan di Laut atau Bintang di Langit

NABIRE - Kenapa bisa dikatakan bahwa objek berita bagi seorang wartawan sejati bisa melebihi jumlah ikan di laut atau bintang di langit ? Karena benak pikiran manusia (abstraksi) tidak terbatas pada mahiah atau esensi alami, melainkan mengangkut konsep-konsep metafisika. Ketika subjek teologi yang dibahas adalah Tuhan yang metafisis, maka seluruh afirmasinya adalah seluruh sifat-Nya dan seluruh pekerjaan-Nya (af'al). Ketika afirmasi pada-Nya adalah Sang Esa, maka Ketunggalan eksistensi-Nya adalah meliputi segala sesuatu. Mengandung dan menopang segala sesuatu.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (15) Dimensi Profetik Pers Nasional
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (15) Dimensi Profetik Pers Nasional

NABIRE - Sebagai penyampai kabar kepada publik, Pers diharapkan dapat mengambil peran tabligh (si penyampai kabar). Sifat tabligh, bagi seorang nabi juga disertai tiga sifat lainnya; amanah, shidiq dan faathanah. Jadi sudah melekat pada setiap nabi empat karakter dasar tadi, dapat dipercaya, perkataannya benar, orangnya cerdas dan kegiatannya menyampaikan kabar kebenaran tadi. Kira-kira begitulah dimensi Profetik yang diharapkan juga ada pada Pers Nasional.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (12) Unsur Ontologi dalam Pers
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (12) Unsur Ontologi dalam Pers

NABIRE - Seorang wartawan perlu mencapai level pemahaman ilmu hikmat paling tinggi yakni ontologi. Didalamnya kita akan diajak memahami segala sesuatu dari sisi adanya (wujud/eksistensinya). Ada itu berserikat pada segala sesuatu, sehingga dia itu tunggal. Ada itu bertingkat sehingga keberadaannya itu bergradasi, terkheirarki atau terlevelesasi.