Bupati Yunus Wonda: Jangan Sampai Anak Cucu Jadi Pendatang di Tanah Sendiri
“Jangan jual tanah adat. Kalau bisa, gunakan sistem kontrak agar hak tetap kita pegang. Jangan sampai anak cucu kita menjadi pendatang di tanah sendiri,” tegas Yunus.
Pencarian
1662 artikel cocok dengan pencarian Anda.
“Jangan jual tanah adat. Kalau bisa, gunakan sistem kontrak agar hak tetap kita pegang. Jangan sampai anak cucu kita menjadi pendatang di tanah sendiri,” tegas Yunus.
Bupati Intan Jaya Aner Mainisini memastikan proses pencairan beasiswa ADIK dan ADEM akan mulai dilakukan pekan berikutnya. Pemerintah daerah, kata dia, telah memasuki tahap administrasi setelah dirinya menandatangani Surat Keputusan (SK) pencairan beasiswa.
Penghargaan prestisius yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama iNews Media Group ini diserahkan langsung di Jakarta pada Senin, 28 September 2026.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa perubahan yang dirasakan oleh Masyarakat,” ujarnya.
Langkah persuasif ini dipimpin langsung Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR. Forum krusial tersebut juga dihadiri oleh Bupati Nabire, Ketua DPRK Nabire, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire untuk duduk bersama dengan perwakilan jemaat GKI Imanuel Kotalama.
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah tersebut menjadi ruang bagi pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat dan masyarakat untuk memahami kembali substansi serta pelaksanaan Otonomi Khusus Papua.
Aspirasi tersebut disampaikan Aner kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Konektivitas, dan Pengembangan Wilayah di Tanah Papua, yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat (18/9/2026).
Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan, pembongkaran panggung dan tembok tersebut dijadwalkan mulai Jumat (18/9/2026).
Menurut Mesak, kondisi tersebut tidak terlepas dari perubahan kebutuhan dan pola mobilitas masyarakat. Warga cenderung memilih moda transportasi yang dinilai lebih cepat dan praktis, sementara kepemilikan kendaraan pribadi juga semakin meningkat.
Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Imanuel Kota Lama secara resmi menghentikan sementara proyek pembangunan atau rehabilitasi Gedung Olahraga (GOR) yang berlokasi di wilayah tersebut pada Selasa (15/9/2026).