Lompat ke konten utama
Papuapos Merauke

Pencarian

“AI”

5353 artikel cocok dengan pencarian Anda.

Foto berita: Debat Kedua KPU Dogiyai Angkat Tema Pemerintahan dan HAM
Nabire

Debat Kedua KPU Dogiyai Angkat Tema Pemerintahan dan HAM

NABIRE - Debat kandidat Kabupaten Dogiyai yang kedua diselenggarakan di Nabire, berlokasi di Aula GKI Tabernakel Oyehe, Kamis (7/11/2024) lalu, bertemakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, reformasi birokrasi, penegakan hukum dan HAM, pengelolaan keuangan daerah serta pembangunan infrastruktur daerah.

Foto berita: Menuju Perubahan Dogiyai Jadi Visi Paslon Nomor Urut 4
Nabire

Menuju Perubahan Dogiyai Jadi Visi Paslon Nomor Urut 4

NABIRE - Di debat kandidat yang kedua dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Dogiyai, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 4, Alfred Fredy Anouw, S.IP dan Origenes Kotouki, S.E, dalam penyampaian visi misi, di Aula GKI Tabernakel Oyehe, Kamis (7/11/2024).

Foto berita: Tak Cukup Rombel, SMPN 5 Gunakan Lab IPA Sebagai Kelas
Nabire

Tak Cukup Rombel, SMPN 5 Gunakan Lab IPA Sebagai Kelas

NABIRE - Hingga memasuki awal tahun pelajaran 2024/2025 ini, SMP Negeri 5 Nabire hanya memiliki jumlah kelas sebanyak 21 ruangan, dari 21 ruangan kelas itu tentunya tidak cukup, sehingga ruangan Laboratorium (Lab) IPA digunakan lagi sebagai tambahan ruang kelas guna menunjang proses atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di setiap hari efektif belajar.

Foto berita: Stevanus Iyai: Pendidikan Sangat Penting di Dogiyai
Dogiyai

Stevanus Iyai: Pendidikan Sangat Penting di Dogiyai

DOGIYAI – Kepala Sekolah (Kepesek) SMP YPPK Moanemani, Stevenus Iyai, SPd mengatakan, pendidikan sangat penting bagi kita semua khususnya di Kabupaten Dogiyai. Semua butuh pendidikan terutama generasi muda Papua di Dogiyai.

Foto berita: 75 Persen Mahasiswa Program Afirmasi ADIK Nabire Nilai di Bawah Standar
Nabire

75 Persen Mahasiswa Program Afirmasi ADIK Nabire Nilai di Bawah Standar

NABIRE - Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire belum lama ini di sejumlah kota studi yang ada di luar Papua terhadap mahasiswa/mahasiswi yang mengikuti program Afirmasi ADIK, ditemukan ada 75 persen nilai mahasiswa/i asal Kabupaten Nabire berada di bawah rata–rata atau bahasa lain standar yang tidak bisa diselesaikan studinya dalam waktu 4 tahun.