NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire secara resmi membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan, khususnya bagi kader Posyandu, Kamis (22/10/2026). Acara yang berlangsung di Aula Auditorium RRI Nabire tersebut difokuskan pada upaya pencegahan dan penanganan stunting, HIV/AIDS, TBC serta malaria di wilayah Kabupaten Nabire.

Kegiatan strategis ini dibuka secara langsung Wakil Bupati (Wabup) Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Wabup Nabire menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah hadir, termasuk para kader dari wilayah terpencil seperti Menou, Dipa, Teluk Umar, Yaur hingga Siriwo.

Wabup Burhanuddin mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas kesehatan serta kesempatan untuk berkumpul.

Wabup juga mengaitkan pentingnya agenda pelatihan dua hari ini dengan komitmen daerah dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui sektor kesehatan.

Dalam arahannya, Burhanuddin menegaskan kader Posyandu memiliki peran yang sangat penting dan strategis karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Para kader diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi, pendamping keluarga, sekaligus penghubung utama antara warga dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui pelatihan ini, seluruh kader Posyandu diimbau untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan deteksi dini. Kemampuan ini dinilai penting agar para kader dapat melakukan pendampingan yang tepat dan pelaporan yang cepat saat menemukan masalah kesehatan di wilayah masing-masing.

Mengingat keanekaragaman geografis Kabupaten Nabire yang terbagi dalam tiga zona pesisir, kepulauan, perkotaan dan pegunungan pelayanan kesehatan dituntut untuk menyesuaikan kondisi setempat.

Wabup menekankan pentingnya memperluas jangkauan pelayanan di daerah pesisir dan pegunungan, serta meningkatkan kepedulian lingkungan dan akses informasi di kawasan perkotaan.

Secara khusus mengenai pencegahan stunting, pemerintah daerah meminta para kader memastikan ibu hamil, bayi, Balita dan keluarga berisiko mendapatkan perhatian intensif. Sementara untuk penanganan HIV/AIDS dan TBC, Wabup mengimbau agar masyarakat mengedepankan edukasi dan deteksi dini serta menjauhi rasa jijik atau stigma negatif terhadap para penderita.

Terkait bahaya malaria, Wabup mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan perkembangbiakan nyamuk. Ia juga membagikan pengalaman historis mengenai betapa fatalnya dampak penyakit malaria di Nabire pada masa lalu jika tidak diantisipasi dengan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa kader Posyandu tidak dapat bekerja sendirian, melainkan harus berkolaborasi erat dengan pemerintah kampung, kelurahan, distrik, Puskesmas serta tokoh adat dan tokoh masyarakat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci agar program penanganan masalah kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Nabire secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut dengan pemukulan gong. Ia berharap hasil dari kegiatan ini dapat diterapkan secara nyata dalam tugas sehari-hari demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah yang sehat, produktif, dan sejahtera. (sam)