NABIRE - Sekolah Menengah Kejuruan Assyafiiyyah (SMKA) kemarin, Senin (5/2) menggelar simulasi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Sejatinya simulasi digelar selama tiga hari, yakni dari tanggal 5, 6 dan 7 Maret 2018. SMK yang baru berdiri tahun 2015 ini dipercaya untuk mengadakan UNBK karena sudah memiliki server dan jaringan internet sendiri.Dikatakan Kepala SMK Assyafiiyyah, Dwi Hartati, S.Pd, Selasa (6/3), Assyafiiyyah didirikan tahun 2015 dan telah meluluskan angkatan pertama di tahun 2018 ini. Adapun jurusan dari sekolah ini adalah Jurusan Bidang Teknik Gambar Bangunan.   Tentu saja lanjut Dwi, di SMK Assyafiiyyah mengutamakan praktek langsung disamping teori yang diberikan. Ruang Kegiatan Belajar (RKB) pun masih darurat, namun ke depannya Insya Allah di sekitar bulan Mei atau Juni sudah memiliki gedung sekolah, sekarang masih dalam tahap pembangunan dan lokasinya berada di SP 3.Seperti hasil pantauan di lapangan, siswa-siswi kelas II mereka mengadakan praktek langsung, seperti pengukuran jalan dan membuat rangkaian besi beton. Bahkan mereka pun dibekali keahlian membuat batu tela / batako di sela-sela kegiatan belajar. Namun bukan sebatas itu, ternyata SMK Assyafiiyah menjadi Tim Takola (Tata Kelola Sekolah). Di tahun ini Tim Takola SMKA dipercaya Dirjen Jakarta untuk mengawasi, memverifikasi serta mengawasi di lima Sekolah Dasar, yakni SD Siriwini, SD Lagari, SD Sanoba, SD SP 1 dan SD Nabarua.Kepercayaan Dirjen yang diberikan kepada SMK Assyafiiyyah masuk dalam Tim Takola tentu menjadi nilai plus bagi sekolah yang masih seumur jagung, tidak mustahil para siswa yang bersekolah disini disamping mereka menuntut ilmu namun mereka pun berpenghasilan. Seperti harapan Kepala Sekolah (Kepsek) beserta dewan guru dan pemilik yayasan, yang mempunyai visi “SMKA Membentuk Generasi Islam yang Berkarakter, Berketerampilan dan Berpengetahuan”.(gusmus)