Semenjak 2022 Pasar Sentral Kalibobo Sepi Pengunjung
“Karena tidak mungkin kita tutup pasar-pasar kecil, tanpa menyiapkan tempat yang layak di Pasar Sentral Kalibobo,” terangnya.

NABIRE - Kepala UPTD Pasar Sentral Kalibobo, Yunus Kehek, kepada Papuapos Nabire, Senin (2/11/2026) mengatakan, semenjak tahun 2022 lalu hingga saat ini Pasar Sentral Kalibobo Nabire sudah sepi dari pengunjung dan dengan kondisi tersebut Pasar Sentral Kalibobo akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapat.
Sementara jika Pasar Sentral Kalibobo ini benar–benar menjadi pasar sentral seharusnya dibuka jam 05.00 WIT (subuh) dan tutup pada jam 8 hingga 9 malam.
Namun faktanya, terhitung dari 2022 lalu itu hingga saat ini, Pasar Sentral Kalibobo hanya buka dari pagi hingga jam 11 atau 12 siang, bahkan selama waktu itu sudah kembali sepi lagi sampai besok pagi lagi.
Solusi untuk mengaktifkan yang namanya pasar sentral, semua pasar-pasar kecil yang ada di Nabire harus ditutup dan pemerintah segera mengambil langkah perbaiki kerusakan–kerusakan lapak maupun bangunan yang rusak di Pasar Sentral Kalibobo.
“Karena tidak mungkin kita tutup pasar-pasar kecil, tanpa menyiapkan tempat yang layak di Pasar Sentral Kalibobo,” terangnya.
Lanjutnya, berdasarkan data dan fakta lapangan yang ada di Pasar Sentral Kalibobo salah satu bangunan di los D mengalami kerusakan berat yang tidak mungkin hanya sebatas rehab. Sebab kerusakannya bukan pada atap saja, tetapi seluruh bangunan los D mengalami kerusakan yang sangat berat.
Adanya kerusakan tersebut, selaku Kepala UPTD Pasar Sentral Kalibobo tidak tinggal diam, tetapi sudah berusaha membuat surat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada 2025 lalu agar bisa turun dan melihat secara langsung bangunan pasar los D yang rusak tersebut dan ke depan ada solusinya.
Sebab, dengan adanya kerusakan berat bangunan los D, selaku kepala UPTD hanya bisa berharap dibangun bangunan baru agar dapat difungsikan kembali bagi para pedagang dan sepinya Pasar Sentral Kalibobo saat ini sangat berdampak pada sisi pendapatan para pedagang.
Sepinya Pasar Sentral Kalibobo Nabire ini juga membuat tiga los pasar, yakni los C, E dan los G ikut terancam sepi. “Data kami selaku petugas ada beberapa meja yang sudah kosong ditinggalkan oleh para penjual, dengan demikian diharapkan ada langkah dan solusi agar Pasar Sentral Kalibobo kembali menjadi pasar yang diharapkan,” tandasnya. (des)
Bagikan artikel ini



