NABIRE - Ribuan massa membanjiri Taman Gizi Oyehe, Sabtu (5/4). Massa datang ke Taman Gizi itu dalam rangka mengikuti kampanye terbuka dan mendengarkan orasi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Taman Gizi yang begitu luas penuh sesak dengan ribuan massa yang datang dari berbagai penjuru di Kabupaten Nabire hingga tumpah kejalan-jalan. Bahkan sebagian ada yang mendengarkan orasi dari atas kendaraan/truck. Jorgan yang selama ini didengung-dengungkan, bahwa PKB merupakan partai terbuka yag religious dan menjunjung Bhineka Tunggal Ika alias keberagaman, tanpa melihat suku, ras dan golongan benar-benar dibuktikan. Hal itu terlihat dari massa yang datang di Taman Gizi merupakan keragaman suku yang ada di Nabire.Berbeda dengan partai politik peserta Pemilu Legislatif 9 Arpil 2014 yang lain, PKB tidak menurunkan orator-orator dari para Calegnya. Namun PKB menerjunkan orator Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Nabire, Isaias Douw dan tokoh masyarakat dari wilayah pegunungan dan pesisir pantai alias kepulauan.Dalam kampanye terakhirnya, PKB tidak menyampaikan janji-janji. Orator-orator PKB hanya menyampaikan keberhasilan selama masa kepemimpian Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Nabire yang yang tidak lain adalah Bupati Nabire.Yakobus Muyapa, selaku tokoh masyarakat yang juga Kepala Suku Besar Wilayah Pegunungan Tengah yang didaulat menjadi orator pertama. Dalam orasinya mengetengahkan keberhasilan pembangunan dan telah dirasakan masyarakat selama dipimpin Isaias Douw selaku Bupati Nabire. Dalam segi keamanan, di masa kepepimpinan Isaias Douw, Kabupaten Nabire berada dalam situasi yang aman dan kondusif.Oleh karena itu, bila masyarakat menginginkan situasi keamanan yang aman dan kondusif terus berlangsung, pembangunan terus berjalan maka masyarakat Kabupaten Nabire mau tidak mau harus memilih PKB dalam Pemilu Legislatif 9 April lusa.“Pembangunan saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat utamanya masyarakat kami yang di gunung. Bila masyarakat ingin pembangunan terus  berjalan, roda perekonomian terus berputar, kesejahteraan semakin meningkat, maka mari bersama-sama memilih PKB di Pemilu 9 April,” ungkapnya. “Bila kamu mau hidup enak, mau makan enak, kamu pilih PKB. Ketua Dewan Syuro PKB yaitu Bupati Isaias Douw telah membuktikan. Dan bila ingin berlanjut seperti itu, besok 9 April kamu pilih PKB, titik,” tegasnya.Hal senada dikatakan tokoh masyarakat psesisir/kepulauan, Aleks Raiki. Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan Isaias Douw selaku Bupati Nabire bukan hanya dirasakan oleh masyarakat pegunungan namun juga oleh masyarakat pesisir/kepulauan.“Apa yang dikatakan Yakobus Muyapa memang benar. Keberhasilan pembangunan dibawah kepemimpinan Isaias Douw selaku bupati juga dirasakan oleh masyarakat kami di pesisir pantai dan kepulauan,” ungkapnya.“Apa yang telah dilaksanakan oleh Isaias Douw itu telah terbukti dan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.Oleh karena itu, Aleks Raiki meminta sekaligus mengajak massa yang hadir dan masyarakat Kabupaten Nabire untuk memilih PKB dalam Pemilu Legislatif 9 April.“Agar pembangunan berjalan terus dan tidak mandek, mari kita pilih PKB dalam Pemiu Legislatif 9 April,” ajaknya.Dikatakan Aleks, Isaias Douw merupakan bupati yang sering melihat dan bertemu masyarakatnya secara langsung. Mendengarkan kepentinngan dan keinginan masyarakat untuk diwujudkan.“Bila kita ingin terus bersama Isaias Douw maka kita harus pilih PKB, karena bila tidak pembangunan akan macet. Mari kita satukan barisan untuk memilih PKB, PKB harus menang,” katanya.Dinyatakanya, PKB merupakan partai politik yag tidak membeda-bedakan suku, golongan dan ras. PKB berjuang untuk kebersamaan dalam keanekaragaman suku, budaya, adat istiadat dan agama yanga ada di Nabire.“Karena PKB tidak pernah membedakan suku, agama dan golongan, maka mari kita walaupun berbeda-beda tetapi satu tujuan yaitu memenangkan PKB di Kabupaten Nabire. Mari kita membangun Nabire bersama-sama, mari kita bersama Isaias Douw terus maju guna membangun Nabire melalui PKB,” tandasnya.Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Nabire, M. Rofik, sesaat sebelum memperkenalkan Para Caleg PKB baik kabupaten, provinsi maupun DPR RI menyatakan bahwa PKB tidak mengenal kata perbedaan, PKB menjunjung tinggi perbedaan. PKB yang didirikan oleh sejumlah tokoh kharismatik, salah satunya KH. Abdul Rhman Wahid alias Gusdur, dimana salah satunya  menganut nilai plurarisme tanpa membedakan suku, agama, budaya dan adat istiadat.Hal itu tentu sangat sejalan dengan keanekaragaman masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire. PKB hadir untuk menaungi dan memperjuangkan keberagaman menjadi kebersamaan yang kokoh guna membangun Nabire.Untuk itu, M. Rofiq mengajak massa dan masyarakat Kabupaten Nabire untuk memilih PKB atau Caleg-Caleg PKB baik DPRD, DPRP maupun DPR RI dimasing-masing Dapil.“Perbedaan dan keanearagaman yang ada, perbedaan suku, agama, bidaya dan adat istiadat, namun kebersmaan dibawah naungan PKB itulah perbedaan menjadi indah,” ungkapnya.“Bila ingin Nabire kembali dipimpin oleh Bapak Isaias Douw, maka lewat PKB inilah satu-satunya jalan. Mari kita bulatan tekad untuk memilih PKB dalam Pemilu Legislatif 9 April,” tandasnya.Ketua DPC PKB Kabupaten Nabire, selanjutnya memperkenalkan para Caleg PKB masing-masing Dapil, mulai Dapil 1 sampai dengan Dapil 4.Dalam Pemilu Legislatif kali ini, PKB mengajukan 25 Calon Anggota Legislatif untuk DPRD Kabuaten Nabire. Sejumlah nama-nama yang sudah tidak asing lagi mengisi Caleg-caleg tersebut, diantaranya tokoh senior yang juga anggota DPR Kabupaten Nabire, Budiono yang maju di Dapil 2.PKB juga mengajukan jagoannya yang merupakan tokoh muda yang sudah malang melintang di dunia organisasi, seorang pemuda yang sudah sangat dikenal utamanya oleh masyarakat Jawa (Trasmigrasi), sekaligus sekretaris Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) Kabupaten Nabire, seorang tokoh muda yang dengan pengalaman dan keberanianya diharapkan mampu memberikan warna di DPRD Kabupaten Nabire yaitu Sunaryo yang maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Nabire di Dapil 4 dengan nomor urut 1. (iing elsa)