Jayapura,- Dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, PT. Pertamina telah membentuk Tim Satgas guna melakukan beberapa langkah antisipasi untuk Suplai BBM ke masyarakat agar aman tapi tetap terkendali. General Meneger Pertamina Marketing Operation Region VIII, Mohammad Irfan mengatakan, dengan membentuk tim Satgas yang tujuannya untuk memantau penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada diseluruh lembaga lembaga penyalur BBM resmi yang telah ditunjuk oleh PT Pertamina di Wilayah kerja Papua dan Papua Barat . “Tim Satgas ini mulai efektif bekerja memasuki puasa dan akan bertugas memantau dan memastikan pendistribusian terkait kebutuhan BBM termasuk gas Elpiji secara baik untuk kepentingan seluruh masyarakat hingga H + 10 pada Idul Fitri 1435 H mendatang, “ kata General Meneger Pertamina Marketing Operation Region VIII, Mohammad Irfan, Senin (30/6) di Jayapura. Dikatakan, dengan di bentuknya Tim Satgas yang berkedudukan di Kantor Region dan disemua pendistribusian BBM yang mencakup di wilayah Papua dan Papua barat, itu akan memantau ketersediaan BBM disemua lembaga penyalur baik di SPBU, APMS juga termasuk di agen agen penyalur minyak tanah untuk memastikan jangan sampai terjadi kelangkaan BBM selama menghadapi lebaran. Selain itu juga kata Mohammad Irfan, tim ini juga akan selalu berkoordinasi dengan mitra dan steakholder seperti para pengusaha, para agen dan sejumlah instansi serta pihak keamaan untuk mengantisipasi jika terjadi suatu kondisi yang rawan sehingga perlu diamankan. “Tim satgas akan menindak tegas jika ditemukan kecurangan dan hal lain terkait pendistribusian BBM oleh oknum yang ingin mengambil kesempatan untuk keuntungan pribadi, “ tandasnya. Menurutnya, selain membentuk Tim Satgas, langkah langkah Kongrit PT . Pertamina juga akan menambahkan jumlah kuota BBM khusus menghadapi hari raya Idul Fitri yang diprediksi akan mencapai 10 hingga 20 persen dari stok yang normal sesuai kebutuhan masyarakat. “Antisipasi yang lain seperti tahun-tahun yang lalu, pertamina akan menambahkan jumlah suplai ke setiap lembaga penyalur Pertamina seperti SPBU, SPBM, SPD, SPDM, APMN yang ada di Jayapura dan Papua Barat agar tidak terjadi kelangkaan BBM. Untuk stok BBM tambahnya, hingga hari ini stoknya aman hingga satu bulan kedepan khususnya dalam menghadapi Idul Fitri. Sedangkan estimasi kenaikan BBM sesuai data akan ada kenaikan pengguna, namun tidak terlalu signifikan hanya berkisar sekitar 10 hingga 20 khusus menghadapi Idul Fitri tahun ini seperti tahun sebelumnya. “Hal seperti ini sangat lumrah, karena setiap menjelang hari-hari besar keagaaman, maka kebutuhan BBM juga pasti meningkat khususnya gas Epiji dan juga dari jenis lainnya. Namun hal tersebut sudah kami antisipasi dengan ketersediaan pasokan yang cukup, “ tutupnya.