NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Disnakertrans Nabire secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Tata Boga Otonomi Khusus (OTSUS) Tahun 2026 yang diselenggarakan di SMKN 2 Nabire. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dengan keterampilan kerja yang mandiri dan produktif.

Penutupan kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (07/11/2026) tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, para instruktur, serta puluhan peserta pelatihan. Acara diisi dengan penyerahan sertifikat secara simbolis dan pesan motivasi bagi para peserta agar terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire, Marselinus Rae, S.Pd., saat membacakan sambutan Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., berpesan agar para peserta tidak pernah merasa rendah diri dan selalu berani memulai langkah kecil.

"Jangan melihat diri kita sebagai orang yang tidak mampu. Jangan takut untuk memulai dari hal kecil. Setiap orang yang berhasil pasti pernah memulai dari langkah yang sederhana," ujar Marselinus menyampaikan pesan Bupati Nabire.

Ia menambahkan bahwa keterampilan tata boga yang telah dipelajari dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, hingga merintis usaha mandiri. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong program pemberdayaan serupa agar generasi muda OAP semakin siap menghadapi persaingan global dan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., yang turut hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Nabire dan Disnakertrans atas terselenggaranya pelatihan yang menyasar para ibu-ibu dan generasi muda OAP ini. Menurutnya, kegiatan produktif semacam ini sangat efektif untuk mencegah keterlibatan masyarakat dalam hal-hal negatif.

"Dengan adanya keterampilan dan kesempatan kerja, kita berharap generasi semakin terhindar dari pengaruh hal-hal negatif seperti miras maupun tindak pidana lainnya," tegas Kapolres Nabire.

Kapolres juga berpesan agar para peserta, khususnya kaum ibu, dapat menjadi teladan serta pilar yang kokoh dalam keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi keluarga. (sam)