IMPIT Gelar Penyuluhan Sosialisasi Penyakit Leptospirosis
NABIRE - Ikatan Mahasiswa Pemuda Indonesia Timur (IMPIT) belum lama ini menggelar penyuluhan penyakit Leptospirosis di Indonesia dan Papua. Penyuluhan tentang penyakit Leptospirosis di lingkungan SKPD Pemkab Nabire, instansi teknis dan pihak swasta serta sekolah ini, berlan
Bagikan
NABIRE - Ikatan Mahasiswa Pemuda Indonesia Timur (IMPIT) belum lama ini menggelar penyuluhan penyakit Leptospirosis di Indonesia dan Papua. Penyuluhan tentang penyakit Leptospirosis di lingkungan SKPD Pemkab Nabire, instansi teknis dan pihak swasta serta sekolah ini, berlangsung di Bagian Humas Setda Nabire Jumat (9/9) kemarin.
Salah satu mahasiswa penyuluhan dalam materi sosialisasi mengatakan penyakit tersebut bisa menular manusia ke manusia dan pindah dari hewan ke hewan lagi, sehingga kita wajib jaga kebersihan lingkungan dimana kita tinggal dan berada paling utama.
Dikatakan, menjaga sebelum terjadi perlu antisipasi bersama bagi kita karena penyakit Leptospirosis ini kita kena melalui dua cara, yakni melalui atau lewat pori-pori dan penghirupan melalui udara.
Akibat penyakit itu muncul dari tikus rumah, tikus got dan tikus rawa. Kuratif artinya sesudah terjadi dan Prekuratif artinya sebelum terjadi hingga lebih baik menjaga kesehantan badan kita dan lingkungan mencegah lebih awal sangat penting agar tidak mengalami penyakit tersebut.
Perkenalan atau sosialisasi penyakit muncul dari tikus yang digolongkan menjadi tiga jenis tikus ini juga bisa berbahaya hingga perlu disadari menjaga kesehatan di dalam rumah dan di halaman atau lingungan oleh setiap masyarakat.
Penyakit bisa menular dan berpindah-pindah dari manusia satu ke manusia lainnya dan juga dari hewan ke hewan lainnya, disebabkan oleh bibit penyakit dari luar, tetapi dari hidup kebiasaan hidup yang kita ciptakan sendiri dalam perjalanan hidup kita.
Tambahnya, jadi kita disini berikan sosialisasi sebagai suatu hal yang sangat bermanfaat bagi kita sebelum terjadi, supaya mudah kita kendalikan resiko yang akan dihadapi nantinya.
Faktor resiko yang kita kendalikan tentang bagaimana pola menjaga diri kita di dalam rumah, yakni mengatur pola makan baik, bagaimana kebiasaan hidup kita dalam mengelola segala hal yang dapat dirapikan kemudian mengatur aktivitas istirahat kita.
Kondisi ini harus kita laksanakan dengan baik untuk menjadi kearah hidup yang sehat, kemungkinan mendapat penyakit yang tidak dapat menular seperti leptospirosis. Kita berharap dengan kondisi ini, maka semua masyarakat bisa peduli terhadap dirinya sendiri. (modes)
Bagikan artikel ini



