NABIRE - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)  Kabupaten Nabire Yunus Rumere mengatakan, pihaknya bersama–sama dengan aparat kepolisian (Polsek) kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam waktu yang tidak lama lagi akan melakukan operasi kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di sejumlah tempat–tempat khusus. Tempat–tempat yang akan menjadi sasaran operasi KTP-El itu antara lain, rumah kos, panti pijat dan tempat karaoke serta lokalisasi, dengan tujuan untuk menertibkan dokumen, sehingga Dinas Dukcapil bisa mengetaui masyarakat yang datang ke Nabire untuk apa.Karena ada masyarakat yang datang ke Nabire cuma untuk jalan-jalan, ada pula yang datang tinggal bersama keluarga dan ada yang datang untuk  menetap dan mencari kerja, namun tidak memiliki identitas diri yang tidak lengkap.Dan operasi penertiban dan pengendalian kependudukan ini lebih terfokus pada kepemilikan KTP-El dari masyarakat yang datang bersifat jalan-jalan, tinggal menetap dan masyarakat pencari kerja, sehingga operasi ini lebih terpusat dan terfokus pada KTP-El.Dikatakan Kadukcapil Nabire Yunus Rumere kepada Papuapos Nabire Jumat (23/9) di ruang kerjanya menambahkan, dengan penertiban kependudukan lewat kepemilikan KTP-El ini harus dilaksanakan, sebab untuk Provinsi Papua saja baru mencapai 12 persen, sementara untuk kabupaten Nabire baru 48 persen.Lagi pula untuk kepengurusan perekaman KTP-El di kabupaten Nabire tidak dikenakan biaya apapun atau tidak dipungut biaya alias ini gratis bagi semua penduduk Indonesia, sehingga kepada masyarakat yang tidak memiliki KTP-El agar secepatnya mengurus KTP-El sebelum operasi penertiban dilaksanakan.Dan bukan saja Dukcapil Nabire memberikan gratis perekaman KTP-El, akan tetapi juga Kartu Keluarga (KK), akta –akta lain berupa akta perkawinan, akta kenal lahir, akta kematian dan akta perceraian, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak memiliki akta–akta tersebut.Karena dalam operasi penertiban kependudukan KTP–El di sejumlah tempat-tempat yang dianggap vital ini, bukan untuk menakutkan masyarakat akan tetapi untuk menertibkan adminitrasi kependudukan kita di Nabire agar semua masyarakat sadar akan pentingnya akta–akta tersebut. (des)