Dua Jenazah Diantar Pulang dengan Penghormatan
Ratusan orang hadir. Bukan untuk sebuah perayaan, melainkan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada dua warga yang kehilangan nyawa dalam peristiwa penembakan.

WAMENA - Suasana haru menyelimuti Apron II Bandara Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat 11 September 2026. Di tengah kesunyian duka, keluarga dan kerabat melepas kepergian dua korban penembakan yang diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing.
Ratusan orang hadir. Bukan untuk sebuah perayaan, melainkan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada dua warga yang kehilangan nyawa dalam peristiwa penembakan.
Polres Jayawijaya bersama Polsek Kawasan Bandara Wamena mengawal seluruh proses keberangkatan kedua jenazah. Pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif, dengan perhatian utama pada keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.
Jenazah pertama yang diberangkatkan adalah Almarhumah Aprida Rapi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Jenazah Aprida Rapi diberangkatkan menggunakan Pesawat Trigana Air Cargo PK-YSN. Sekitar 400 keluarga dan kerabat datang ke bandara untuk mengantarkan kepergian almarhum menuju kampung halaman.
Tangis dan kesedihan mengiringi langkah terakhir keluarga ketika jenazah dibawa menuju pesawat. Sejumlah kerabat tampak berusaha tegar, meski berat menerima kenyataan bahwa orang yang mereka cintai telah pergi untuk selamanya.
Setelah proses keberangkatan jenazah Aprida Rapi selesai, suasana duka kembali terasa ketika jenazah Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, seorang dokter hewan yang juga menjadi korban dalam peristiwa penembakan tersebut, diberangkatkan.
Jenazah Alfonsius Albinus Mehan kemudian diterbangkan menggunakan Pesawat Sriwijaya Air PK-CLE menuju kampung halaman untuk diserahkan kepada keluarga.
Di tengah situasi penuh duka itu, personel Polres Jayawijaya dan Polsek Kawasan Bandara Wamena memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib dan lancar. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur situasi di sekitar apron sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat yang hadir.
Namun, pengamanan kali ini tidak sekadar berbicara tentang menjaga ketertiban.
Kehadiran polisi juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang yang layak bagi keluarga untuk melepas orang tercinta. Pendekatan humanis dikedepankan agar prosesi penghormatan terakhir dapat berlangsung dengan tenang dan penuh martabat.
Melalui jajaran Polres Jayawijaya, Kapolres menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Almarhumah Aprida Rapi dan Almarhum Alfonsius Albinus Mehan.
Kepolisian berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Apresiasi juga disampaikan kepada para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh gereja yang turut membantu menjaga suasana tetap tenang, tertib dan kondusif selama proses pengantaran kedua jenazah.
Sinergi tersebut menjadi gambaran bahwa dalam suasana duka sekalipun, kepedulian dan kebersamaan masih menjadi kekuatan penting untuk menjaga kedamaian di Kabupaten Jayawijaya.
Polres Jayawijaya bersama Polsek Kawasan Bandara Wamena menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan dan pengamanan secara humanis, termasuk mendampingi masyarakat dalam situasi-situasi yang membutuhkan perhatian, empati dan kepedulian bersama. (gus)
Bagikan artikel ini



