DPMK Nabire Tutup Pelatihan Kader Posyandu 2026
Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pelatihan yang diikuti para kader Posyandu. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

NABIRE – Pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan kemasyarakatan desa dan kelurahan bagi kader Posyandu di Kabupaten Nabire Tahun 2026 resmi berakhir.
Kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat itu ditutup di Aula RRI Nabire, Jumat (23/10/2026).
Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pelatihan yang diikuti para kader Posyandu. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Pelatihan tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena kader Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan.
Peran mereka tidak hanya berkaitan dengan pelayanan Posyandu, tetapi juga mendukung berbagai program prioritas kesehatan, terutama dalam pencegahan dan penanganan stunting, HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), serta malaria di Kabupaten Nabire.

Kader Didorong Aktif di Tengah Masyarakat
Para kader Posyandu diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Ilmu dan keterampilan tersebut harus diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di lingkungan masing-masing.
Kader didorong aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga, serta menggerakkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pemerintah Daerah juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kampung dan kelurahan, puskesmas, tenaga kesehatan serta berbagai unsur masyarakat.
Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci agar berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
Selain persoalan stunting, masyarakat juga diingatkan agar tidak takut melakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS maupun TBC karena alasan stigma dan diskriminasi.
Upaya pencegahan malaria pun harus terus diperkuat, antara lain dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

Pelatihan Berakhir, Pengabdian Berlanjut
Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Sekretaris DPMK Kabupaten Nabire, Yubelia Sayori, S.Sos., yang membacakan sambutan tertulis Kepala DPMK Kabupaten Nabire, Pelimon Madai, S.Th., M.Th.
Dalam sambutannya, Yubelia menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan kemasyarakatan desa dan kelurahan, khususnya bagi kader Posyandu dalam pencegahan dan penanganan stunting, HIV/AIDS, TBC dan malaria, telah selesai dilaksanakan.
“Dengan memohon pertolongan dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan kemasyarakatan desa/kelurahan khususnya bagi kader Posyandu dalam pencegahan dan penanganan stunting, HIV/AIDS, TBC, dan malaria di Kabupaten Nabire Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup,” kata Yubelia.
Penutupan kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh undangan dan peserta.
Berakhirnya pelatihan bukan menjadi akhir dari tugas para kader. Justru dari sinilah mereka diharapkan membawa pengetahuan yang diperoleh kembali ke kampung dan kelurahan masing-masing, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat semakin dekat, cepat dan menyentuh kebutuhan warga. (sam)
Bagikan artikel ini



