NABIRE - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018, Dinas Peternakan Kabupaten Nabire akan membentuk tim pengawasan peredaran daging dan telur (pangan asal hewan), sehingga tim ini akan melakukan pengawasan di pasar, pemasok teluk, ayam beku dan pengusaha ayam lokal yang ada di wilayah Kabupaten Nabire. Dengan dibentuknya tim pengawasan pangan asal hewan ini guna mengetahui stok pangan asal hewan yang akan dijual kepada masyarakat jelang lebaran,  Idul Fitri 1439 H dan kepada masyarakat diharapkan untuk tidak kuatir akan ketersediaan pangan asal hewan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire dr.h Riselend F. Ririhena kepada Papuapos Nabire, Rabu (23/5), di ruang kerja seraya menambahkan, di Kabupaten Nabire harga daging sapi yang lebih tinggi harganya di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya ternak sapi jantang dan juga di Nabire setiap harinya terjadi kehilangan (pemotongan sapi) sebanyak 7 hingga 10 ekor perhari, sehingga dalam satu tahun kita Nabire kehilangan 700 ekor sapi yang dipotong oleh para pemotong sapi untuk dijual. Sehingga dalam rangka Hari Raya Idul Fitri tahun ini Dinas Peternakan akan memanggil para pemotong daging sapi untuk membicarakan harga daging sapi yang akan dijual kepada masyarakat, karena diperkirakan untuk Idul Fitri 1439 H, rencananya para pemotong akan memotong sapi sebanyak 300 ekor. Sementara untuk Kabupaten Nabire ada 5 orang pengusaha pemotong daging Sapi yang telah terdaftar, tetapi berdasarkan pengalaman yang ada di Kabupaten Nabire jelang hari raya biasanya ada muncul pemotong daging sapi dadakan atau pemotong musiman. Untuk itu, diharapkan dengan pembentukan tim pengawasan peredaran daging jelang Hari Raya Idul fitri ini akan melaksanakan tugas di lapangan dengan baik agar pengawasan pangan asal hewan ini tetap dijamin stoknya atau terpenuhi pada lebaran nanti. (des)