NABIRE - Bertempat di Kampung Akudiomi Distrik Yaur Kabupaten Nabire telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata, pada Senin (27/6). Kegiatan ini dibuka dengan resmi oleh Bupati Isaias Douw, S. Sos.,MAP, yang diwakili Asisten III Setda Nabire, Pieter Erari, SE., M.Si dengan ditandai pemukulan tifa. Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Isaias Douw mengatakan, pelatihan dalam rangka meningkatkan ketrampilan dan pemahaman bagi masyarakat, untuk pengembangan pariwisata di kabupaten Nabire melalui ketrampilan seni ukir, anyaman dan melukis di Kampung Akudiomi Distrik Yaur ini.Dikatakan, sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan di bidang pariwisata diarahkan pada pengembangan sektor andalan dan unggulan sebagai penghasil devisa, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah serta dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha guna mensejahteraan masyarakat dengan  tetap memelihara kelestarian, fungsi dan mutu lingkungan hidup, serta adat istiadat setempat.Untuk mewujudkannya, tambah dia, ditempuh melalui upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tidak akan berhenti, sebab pada hakekatnya manusialah yang paling banyak berperan, baik sebagai obyek maupun sebagai subyek dalam pembangunan itu sendiri.Dan  khususnya pembangunan di bidang pariwisata ini akan berhasil dengan efektif, apabila ditunjang dengan fasilitas dan faktor-faktor pendukung yang mampu memberikan daya tarik bagi wisatawan, serta adanya kemudahan-kemudahan dalam sistim pelayanan yang baik, serta didukung oleh partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Lanjut dikatakan bupati, berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Kabupaten Nabire, maka pelaksanaan pelatihan yang dibuka ini mempunyai arti dan manfaat yang sangat besar bagi kita semua, terutama para peserta sekalian. Sebab, Nabire pada umumnya dan khususnya di Distrik Yaur dari lingkungan alamnya merupakan daerah yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi sektor wisata.Diantaranya terdapat panorama alam yang indah, taman bawah laut, budaya dan adat istiadat, bahasa daerah, kesenian tradisional, pakaian tradisional sampai dengan makanan tradisional. “Semua ini merupakan ciri khas daerah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Kabupaten Nabire,” tandasnya.Tambah Asisten III Erari, oleh karena itu perlu kita pahami bahwa pelatihan merupakan momen yang sangat penting bagi seseorang sebelum melaksanakan suatu kegiatan. Sebab dengan pelatihan, seseorang dapat mengetahui apa dan bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan yang akan dilakukan. “Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak kita semua, khususnya para peserta sekalian agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” harap kata Erari seraya berharap, kepada SKPD dan semua pihak terkait, diharapkan senantiasa melaksanakan evaluasi dan memfasilitasi semua hal yang  berhubungan dengan sektor pariwisata yang ada di daerah ini. (modes)