NABIRE – Anak-anak nakal yang sering ada di lingkungan terminal, di tengah pemukiman sekitar gang yang kadang dicap anak aibon juga perlu mengenal dan tahu apa itu HIV/Aids. Karena, mereka juga bagian dari warga masyarakat sehingga perlu diperkenalkan tanda-tanda terinfeksi virus HIV, bahayanya dan sumber penularan HIV agar bisa mencegah dan menjaga dirinya. Sekalipun anak seorang konselor HIV, dokter dan perawat juga tidak mungkin ketahui kalau keluarganya tertulur dan mengidap virus HIV selama belum menunjukkan gejala terinfeksinya virus HIV di dalam tubuhnya. Orang tahu ketika ada gejala dan diperiksa.Menyadari akan pentingnya pengetahuan HIV/Aids bagi anak-anak nakal, konselor Paola Pakage mengajak dan mengumpulkan anak-anak nakal di Siriwini sekitar perumahan Kodim dan KPR Siriwni untuk berbagi pengetahuan tentang HIV. Penyuluhan tentang penyebaran virus HIV dan bahaya AIDS ini diperkenalkan kepada anak-anak nakal ini dilaksanakan Sabtu (4/2) dari SD Negeri Sanoba 1.“Saya ini konselor HIV/Aids tetapi tidak pernah tahu kalau anak saya itu terkena HIV. Keluarga saya meninggal di rumah karena HIV tetapi saya tidak tahu. Saya tidak tahu, karena mereka tidak pernah periksa sebelumnya,” kisahnya bernada tanya dan haru.Olah panggilannya ini mengawali cerita tersebut untuk mengajak anak-anak nakal untuk menjaga diri dari bahaya virus yang menyerang imun kekebalan tubuh ini. Untuk mengetahui diri, apakah terinfeksi atau tidak, hanya bisa dibuktikan melalui pemeriksaan darah di labolatorium.Sementara itu, Ibu Yufinia Mote mengingatkan anak-anak muda sekarang perlu diselamatkan. Karena, masa sekarang adalah masa orang tua, masa depan masanya anak-anak muda sehingga untuk meneruskan pembangunan masa depan, anak-anak yang ada sekarang prlu diselamatkan.Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Nabire ini mengatakan, sekalipun sementara ini jadi anak-anak nakal, tidak bekerja, tetapi kalau ada niat untuk berubah dan mau berjuang, pasti bisa dan akan menjadi orang yang mampu. Ibu Yufinia juga mengingatkan jangan berpikir bahwa dia ganteng, jago, cantik jadi mungkin tidak terinfeksi virus HIV. Jangan lihat bodi luarnya, apakah dia cantik, jago dan lain-lain tetapi kita tidak tahu kalau dia juga telah terinfeksi virus HIV. Kita akan tahu, apakah sudah terinfeksi virus HIV atau tidak, hanya dengan pemeriksaan darah. Paola mengatakan, sengaja mengundang ibu Yufinia untuk memotivasi anak-anak nakal untuk mendorong mereka agar menjaga diri dari bahaya virus HIV. Karena, generasi muda yang ada sekarang perlu diselamatkan.Dalam rangka perjuangannya menyelamatkan generasi muda di Kota Nabire, Paola Pakage melalui Organisasi Peduli Pemuda Pemudi Pengunungan Tengah, setelah memberikan penyadaran anak-anak nakal sekitar Siriwini, berniat merangkak ke Oyehe dan Karang Tumaritis untuk memberikan penyadaran menjaga diri dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyebaran virus HIV di daerah.Sebab, penyebaran virus HIV di daerah ini menjadi ancaman terbesar yang sedang bergerilya di tengah masyarakat. Pasalnya, kasus HIV di daerah ini paling menonjol di Provinsi Papua. Paola dan ibu Yufinia menyebutkan angka kasusnya terbesar di Papua dari Nabire. (ans)