NABIRE - Dulu tiga tahun orang tua serahkan siswa ke sekolah saatnya dari sekolah serahkan kembali siswa/siswi kepada orang tua masing-masing siswa/si SMP YPPK Tilemans Santo Antonius Nabire. Mengawali kegiatan perpisahan sekolah akan menampilkan berbagai ragam budaya masing-masing daerah dan akan diisi dengan lagu-lagu, puisi serta kesan pesan siswa yang disampaikan oleh Juan Sebastian Seseray. Pantauan di lapangan Sabtu (19/5), bertempat di SMP YPPK Santo Antonius Nabire dari sekolah menyerahkan 61 siswa/i kepada orang tua yang disaksikan oleh pemerintah daerah dalam hal ini diwakili Asisten I Setda Nabire, La Halim, S. Sos, Kadis Pendidikan Nabire, para dewan guru, para orang tua serta undangan lainnya. Ketua Panitia Drs. Samuel Rihi, M.Pd dalam laporannya menyampaikan kenapa acara hari ini kita laksanakan seperti ini, berkat kesepakatan oleh keseluruhan guru maupun orang tua serta siswa jadi pada akhir acara ini juga ada dua momen yang kita laksanakan, yakni, maaf ini bukan gratifikasi tetapi lubuk hati orang tua dari 61 siswa. "Mohon dewan guru menerima bingkisan ini dengan tulus hati dan saya baru dengar tadi malam SMP ini angkatan ke-33 sekarang itu berarti luar biasa    berusianya sudah cukup dewasa. Saya yakin angkatan ke-33 ini pasti ada yang pejabat dan seluruh sumber dana partisipasi dari seluruh orang tua hingga acara ini terselenggara," kata Samuel.      Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos., MAP yang diwaliki Asisten I Setda Kabupaten Nabire Lahalim dalam arahannya menyampaikan, saat ini kami sampaikan tidak terlepas dari pemerintah daerah bahwa kita hadir di tempat ini terkait dengan mengikuti acara perpisahan sekolah atau penyerahan kembali siswa/siswi kelas IX yang dulu tiga tahun yang bapak ibu serahkan kepada sekolah hari ini akan serahkan kembali dari sekolah kepada bapak/ibu sekalian. "Saya yakni dan percaya anak-anak dari bapak/ibu 61 siswa yang tersisa itu tidak kurang dari separuhnya, kembalikan kepada bapak/ibu lengkap semuanya karena saya percaya bahwa lembanga pendidikan SMP YPPK Tilemans Santo Antonius Nabire sangat signifikan dan dikatakan anak-anak dikembalikan kepada bapak/ibu pasti ada perubahan besar seperti disiplin, moral yang baik, takut kepada guru dan orang tua dan teristimewa adalah takut kepada Tuhan,” kata Lahalim. Oleh karena itu, terkait dengan acara perpisahan pada hari ini selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire menyampaikan ucapan terima kasih kepada YPPK sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun pendidikan khususnya di Kabupaten Nabire dan pada umumnya di bumi nusantara ini. Sebab, YPPK bukan yayasan yang kecil akan tetapi yayasan yang besar yang tersebar di seluruh Indonesia dan tidak perlu diragukan kualitas dan mutu dunia pendidikan di bumi pertiwi terkhusus di Nabire yang kita cintai ini,” pungkasnya. (modes)